|
Intel mengutus petarung terbarunya
yaitu P4 3.2 Extreme Edition @ 3.6GHz yg didampingi
oleh sang juara andalan yaitu P4 2.4C@3.3GHz.
Sementara itu AMD mengirimkan Athlon64 3200 dan Athlon
FX-51 untuk menghadapi laskar intel. Tak lupa sang
veteran tua yaitu AthlonXP Tbred-B 1700@3300 turut
meramaikan duel kolosal yg menggunakaan 30 macam
benchmark ini.
Selain diuji kemampuan overclocknya, berbagai variasi
setting overclock untuk P4 juga dapat anda lihat di
pertarungan ini...
P4 3.2 EXTREME EDITION @ 3.6 GHZ : PERFORMA TINGGI
HASIL KERJA SANTAI INTEL
P4 3.2 HT EE: Hasil kerja santai Intel yg harus
ditebus dengan uang $900. Untungnya harga
motherboardnya hanya di kisaran $100 saja (i865PE
Springdale) Revolusi total yg dilakukan oleh AMD
dengan mengeluarkan Athlon 64-bit dijawab oleh Intel
dengan mengeluarkan P4 Extreme Edition yg notabene
adalah P4 biasa yg hanya ditambahi L3 cache sebesar
2MB saja.
Meskipun demikian pekerjaan enteng yg dilakukan oleh
Intel ini terbukti mampu membungkam Athlon64 3200
maupun Athlon FX-51.
Intel sepertinya ingin membuktikan bahwa revolusi
besar yg telah dilakukan AMD teryata masih bisa
dibungkam dengan prosesor "lawas" (P4) yg
cuma ditambahi L3 saja.
Penambahan L3 cache terbukti dapat memberikan
peningkatan kinerja yg sangat banyak pada arsitektur
P4.
Berhubung P4 Extreme Edition adalah prosesor P4 HT
biasa yg ditambahi L3 cache, maka logikanya seluruh
jajaran P4 seri Hyper Threading (mulai dari 2.4GHz)
dapat saja ditambahi L3 cache. Bahkan P4 non HT pun
bisa saja ditambahi L3 cache bila intel mau, karena
semuanya itu menggunakan arsitektur yg sama.
Bayangkan saja bila Intel menambahkan L3 cache pada
jajaran P4 kelas mainstream (harga dibawah $200) tentu
AMD akan kalang kabut, karena seri Athlon 64-bit
ditakdirkan untuk dibandrol dengan harga yg cukup
mahal demi menebus biaya riset AMD yg cukup banyak
karena mencoba melakukan perombakan besar.
Anehnya, usaha ringan yg dilakukan Intel dengan
menambahkan L3 cache harus kita bayar lebih mahal lagi,
yaitu dengan bandrol P4 3.2EE seharga $900.
Ini tentu tidaklah mengherankan bila melihat
background Intel sebagai perusahaan yg rakus akan
profit. Secara bisnis, itu sah-sah saja.
Namun tujuan utama Intel dalam mengeluarkan P4 3.2EE
sebenarnya bukanlah untuk meraup laba secara brutal,
tapi hanya untuk menunjukkan kepada dunia bahwa cukup
dengan menambahkan L3 cache saja, sebuah P4
ber-arsitektur lawas sanggup mengalahkan mahakarya
terbaru yg dibuat AMD.
Gebrakan bisnis sesungguhnya dari Intel adalah bila
mereka menambahkan L3 cache pada seluruh jajaran
prosesor kelas mainstream mereka (kelas 2.4GHz).
Bila Intel sudah melakukan hal itu maka perbedaan
harga antara P4 biasa dengan yg ada L3 cachenya tak
akan banyak lagi, dan ini akan membuat AMD kesulitan
membuat tandingan sepadan di kelas mainstream.
Sama halanya seperti ketika Intel pertama kali ingin
memperkenalkan HT, mereka mengeluarkan P4 3.06 yg saat
itu adalah satu-satunya yg menggunakan HT dan harganya
sangat mahal, namun kemudian intel menerapkan HT pada
semua CPU kelas mainstreamnya, hingga sekarang P4
kelas 2.4GHz saja sudah dibekali HT, dan harganya
hanya berbeda sedikit sekali dgn P4 tanpa HT.
Tidak harus watercooling: Meski dioverclock ke 3.6
GHz, suhu masih berkisar di 38C saja dengan heatsink
& fan (Coolermaster IHC + fan Thermaltake
6000RPM).
Secara teknis, P4 3.2 HT Extreme Edition hanyalah
sebuah P4 FSB800 seri HyperThreading biasa yg cuma
ditambahi L3 cache sebesar 2MB.
Namun agak berbeda dengan P4 HT biasa, Vcore default
P4 EE ini sedikit lebih rendah, yaitu 1.5V saja. (Vcore
default P4 HT biasa 1.525V).
Ini menunjukkan bahwa meski P4 EE masih menggunakan
arsitektur yg sama, namun kualitas produksi Intel
makin ditingkatkan. Hebatnya lagi, P4 3.2EE terbukti
sanggup dengan mudah dioverclock di 3.6GHz dengan
Vcore default !!!. Ini membuktikan bahwa kualitas
produksi Intel sebenarnya sudah sanggup menciptakan P4
3.6GHz, namun Intel tak mau melakukannya demi alasan
bisnis.
Anehnya, meski dengan mudah dioverclock ke 3.6GHz
dengan vcore default, prosesor ini menolak untuk
digenjot diatas 3.6GHz dgn Vcore setinggi apapun.
Seolah-olah seperti Intel "membatasi"
kemampuan overclok prosesor ini di angka 3.6GHz.
Karena Vcore defaul P4 3.2 EE lebih rendah (1.5V) maka
suhu yg dihasilkan juga hanya berkisar 37-43C saja (dengan
Heatsink+fan). Pada clock 3.6GHz suhu juga hanya
berbeda 1C saja karena tegangan tak perlu ditambah.
P4 3.2EE yg diterima oleh REVIEWLAND adalah prosesor
dengan multiplier yg tidak dikunci, sehingga experimen
dgn berbagai macam setting FSB & multiplier dapat
dilakukan yg hasilnya dapat anda lihat di bagian
benchmark.
Meski multipliernya tidak terkunci, namun pilihan
multiplier yg bisa dipilih hanyalah multiplier yg
lebih rendah dibanding defaultnya (16X ke bawah),
Namun ini bukanlah masalah karena untuk meningkatkan
performa memory bandwith, lebih baik menurunkan
multiplier dan menaikkan FSB.
Sang penakluk: Kencang & stabil di angka 3.6GHz
dengan Vcore default (1.5V) Banyak yg mempertanyakan
mengenai kompatibilitas P4 EE dengan motherboard yg
sudah ada. Namun terbukti bahwa dengan update BIOS
saja, semua motherboard i865PE ataupun i875P langsung
dapat mengenali L3 cache.
Adanya penambahan L3 cache sebesar 2MB juga langsung
dikenali oleh semua software. Bahkan software yg
diciptakan jauh sebeluam P4 EE, tetap mengalami
peningkatan performa.
Hal ini memang tak perlu diherankan karena
kompatibilitas merupakan senjata utama intel.
Sama seperti kompatibiltas HT yg pertama kali
digembar-gemborkan hanya bisa disupport i845PE,
ternyata juga bisa disupport di chipset purba seperti
i845D hanya dengan update BIOS saja.
Alasan utama intel dulu menyebut i845PE sebagai
chipset pertama yg mensupport HT hanyalah demi alasan
bissnis semata yaitu supaya peluncuran chipset itu
sukses dan laku keras, dan setelah akhirnya
penjualannya berhasil memenuhi target, hampir semua
chipset intel terbukti dapat diupdate BIOS supaya
dapat mensupport HT.
Sysmark 2002: Score 442 yg dihasilkan oleh P4 3.2EE
standard jelas sulit dikejar prosesor lain
Dulu sewaktu peluncuran teknologi HT, Intel berhasil
mengeruk uang dari penjualan P4 HT sekaligus chipset
i845PE yg disebut sebagai chipset yg mensupport HT (walapun
akhirnya terbukti chipset lawas pun juga bisa diupdate
agar support HT). Namun kini untk peluncuran P4 HT EE,
intel tampaknya tak berencana mengeluarkan chipset
baru. Mungkin intel telah kenyang oleh laba maximal
dari penjualan chipset i875P (Canterwood) yg
digembar-gemborkan sebagai "satu-satunya"
chipset yg mensupport PAT. Bukanlah rahasia umum bahwa
setelah target penjualan i875P tercapai, Intel baru
mengijinkan produsen motherboard utk meng-expose bahwa
chipset i865PE (Springdsale) yg harga motherboardnya
hanya setengah i875P ternyata juga mensupport PAT,
bahkan performanya lebih kencang drpd i875P.
Karena faktor "sudah kenyang" tersebut, maka
intel memurtuskan chipset i865PE dan i875P sebagai
basis utama untuk P4 3.2EE. Meskipun demikian, bisa
saja chipset lawas mensupport P4 EE. Sebab bagi intel,
apa yg tidak bisa kompatibel bisa saja jadi kompatibel.
P4 3.2 HT EE yg diuji Reviewland multipliernya tidak
terkunci, sehingga bisa diturunkan dari 16 ke 13 utk
mencapai FSB lebih tinggi.
Dari segi strategi bisnis memang tak ada produsen
prosesor lain yg lebih hebat dari Intel. Berdasar
laporan finansial tahun ini, profit Intel bahkan
melebihi target.
Dengan dominasi Intel yg telah menguasai market share
hingga mencapai 83% lebih,
tentunya mustahil bagi AMD utk mengalahkan Intel.
Bahkan Tuhan pun mungkin harus bekerja extra keras
bila ingin membuat Intel bangkrut.
4 2.4C @ 3.3GHz : MEMBUAT CPU MAHAL KEHILANGAN
KHARISMA
P4 2.4C: CPU murah ($160) yg mampu menjegal Athlon64
($500)
P4 2.4C adalah prosesor P4 seri FSB800 HyperThreading
termurah yg ada di pasaran.
Dengan harga berkisar $160, prosesor ini merupakan
prosesor terlaris di segmen mainstream market (market
utama).
P4 2.4C juga dikenal sebagai prosesor yg mampu
dioverclock cukup tinggi. Angka 3.3GHz cukuplah mudah
untuk dicapai dalam keadaan sangat stabil dan cukup
hanya dengan aircooling saja (Heatsink & fan).
Beberapa orang bahkan berhasil melebihi 3.5GHz
Untuk mencapai angka 3.3GHz biasanya cukup menaikkan
Vcore ke kisaran 1.575V saja (defaultnya 1.525V)
Meskipun watercooling merupakan cara pendinginan yg
lebih baik dibanding heatsink & fan, namun dengan
vcore yg hanya dibawah 1.6V saja maka heatsink &
fan sebenarnya sudah sangat memadai.
Selain harganya yg murah, P4 2.4C mempunyai keunggulan
lain dibanding tipe diatasnya, yaitu multiplier-nya yg
kecil (12X).
Dengan multiplier 12X, maka setting FSB yg digunakan
untuk mengoverclock akan lebih tinggi, sehingga
performa memory bandwith juga akan lebih tinggi
dibanding P4 2.6 atau 2.8 yg multipliernya lebih besar.
Pertimbangan pemilihan P4 dgn multiplier yg kecil
menjadi penting karena semua P4 HT dikunci
multipliernya.
Mengingat batas kemampuan overclock P4 seri HT (2.4C,
2.6C, 2.8C) rata-rata sama, maka pada angka 3.3GHz,
anda akan mendapat FSB yg lebih tinggi bila dengan P4
2.4C
Dengan mengoverclock P4 2.4C ke angka 3.3GHz, anda
sudah mencapai tingkatan performa yg mustahil disamai
oleh AthlonXP Barton tercepat sekalipun. Jangankan
Barton, bahkan Athlon64 3200 seharga $500 saja sulit
untuk mengalahkan P4 2.4C@3.3. Beberapa benchmark
nanti bahkan menunjukkan bahwa P4 2.4C@3.3 berhasil
mempermalukan Athlon FX-51 seharga $700.
P4 2.4C HT @ 3.3GHz: Dengan modal CPU seharga $160
anda sudah bisa mengalahkan CPU mahal keluaran Intel
(P4 3.2 EE) maupun AMD (Athlon 64) yg harganya di
kisaran $500 ke atas.
Memory bandwith tinggi: Multiplier yg kecil (12x)
membuat P4 2.4 adalah CPU yg ideal untuk mencapai FSB
tinggi Kemampuan overclock P4 2.4C membuat anda harus
berpikir 1000X untuk membeli CPU yg mahal .
AMD TBRED-B AXP 1700+ @ XP3300+ (2.3GHz): VETERAN TUA
BERGELAR "BARTON KILLER"
XP1700@330: Membawa kejayaan masa lalu
AthlonXP Thoroghbred-B 1700+ sempat mengalami masa
keemasan, tepatnya di masa sebelum lahirnya P4 seri C
(FSB 800).
Kemampuan overclocknya yg mampu mencapai 2.3GHz bila
dikombinasikan dengan platform Nforce2 akan
menghasilkan mesin pembunuh yg murah meriah, yg saat
itu mampu menghabisi P4 seri B (FSB533).
Namun kini sang veteran tua harus menyadari bahwa
mustahil baginya utk menghadapai P4 2.4C@3.3 yg sangat
perkasa.
Meskipun XP1700@3300 sudah terlalu uzur utk melawan
pasukan intel yg usianya muda-muda, namun si tua
bangka ini terbukti masih cukup berotot untuk
menghajar AthlonXP Barton 3200+.
Memang harus disadari bahwa penambahan L2 cache
menjadi sebesar 512MB pada Barton sangat sedikit
pengaruhnya bila dibandingkan dengan AthlonXP
Thoroughbred yg hanya memiliki L2 cache 256MB saja.
Efeknya tidak seperti penambahan L3 cache pada P4 EE
yg mampu mendongkrak kinerja secara besar-besaran.
Karena harga Barton yg termurah sekalipun sudah
mendekati $100 (Barton 2500+), maka AXP1700
Thoroughbred-B yg harganya cuma berkisar $50 saja
tentu jauh lebih menarik untuk dipilih. Sebab dengan
budget diatas $100 anda lebih baik memilih P4 2.4C yg
bila dioverclock mustahil dikalahkan oleh Barton
dengan cara apapun juga.
Sedangkan AXP Tbred-B 1700+ yg harganya cuma $50
tentunya terlalu jauh lebih murah dibanding P4 2.4C
seharga $160. Sehingga kalaupun kalah oleh P4 2.4C
tentu harus dimaklumi. Meski demikian sang veteran tua
ini terbukti mampu mengalahkan Barton 3200+ yg
harganya berkali-kali lipat diatasnya.
Jangankan Barton 3200+, bahkan Athlon64 3200+ saja
dapat dikalahkan pada beberapa benchmark
Tbred-B 1700@3300 (1.4GHz@2.3GHz): Memerlukan
watercooling untuk meredam panas yg dihasilkan
Untuk saat ini, AXP Barton dengan harga berkisar $100
atau lebih menjadi prosesor yg sangat tak layak dibeli
. Sebab dengan harga $160 anda sudah mendapat P4 2.4C
yg kemampuan overclocknya mustahil dikalahkan Barton
dengan cara apapun juga.
Athlon64 seharga $500 saja tak mampu mengalahkan P4
2.4C@3.3 jadi jangan harap sebuah Barton mampu.
Selain itu, untuk mendapatkan performa Barton, anda
cukup menggunakan AXP Tbred-B saja. Sebab perbedaan
antara L2 cache 256MB dengan 512MB sangat kecil
pengaruhnya.
Meski AXP Tbred-B 1700 secara defaultnya berjalan di
FSB133, namun dijamin 100% bisa berjalan di FSB200
dengan motherboard Nforce2 Ultra 400
Perlu juga diingat, bahwa dengan budget dana dibawah
$70, AthlonXP Tbred-B merupakan pilihan yg terbaik.
Prosesor Intel hanyalah cocok bagi orang yg memilki
dana $100 ke atas.
Bila anda tak sanggup mengeluarkan dana di atas $100
janganlah sekali-kali membeli prosesor intel, sebab
prosesor intel dengan harga dibawah $100 adalah barang
rongsokan dengan performa yg jauh lebih buruk
dibanding AthlonXP.
Orang yg ngotot memakai produk intel dengan dana
dibawah $100, sama seperti orang yg ngotot membeli
Mercy dengan budget pas-pasan, akibatnya ia cuma akan
dapat Mercy lawas dengan kondisi bobrok & berkarat,
yg selalu mogok setiap satu kilometer. Padahal dengan
dana sama bisa dapat mobil jepang/korea dengan kondisi
yg masih lebih bagus.
Walaupun mercy, tapi kalau bobrok dan selalu mogok
maka tukang becak pun tak segan untuk meludahinya.
Tbred AXP1700+@3300+: Mengalahkan Barton dan Opteron
dengan prosesor seharga $50
ATHLON64 3200 & ATHLON FX-51: AMD TAK LAGI MURAH,
TAK LAGI ASIK DIOVERCLOCK
Mahal & Prematur: Meskipun inovatif, namun
teknologi 64 bit yg dimilikinya saat ini belum berguna
dan hanya membuat harga keseluruhan platformnya jadi
tak terjangkau sebagian besar orang.
Athlon64 3200 = $500, Athlon FX-51* = $700
*membutuhkan registered DDR
Athlon64 3200 dan Athlon FX-51 adalah seri prosesor
64-bit yg diluncurkan AMD.
Kedua prosesor itu sama-sama dibekali L1 cache 128K
dan L2 cache sebesar 1MB.
Keduanya juga mengintegrasikan memory controller di
dalam prosesor.
Perbedaan utamanya adalah Athlon64 3200 berjalan di
clock 2GHz, menggunakan socket 754, dan memory
interface 64-bit. Sedangkan Athlon FX-51 berjalan di
clock 2.2GHz, menggunakan socket 940 (seperti opteron),
dan menggunakan memory interface 128-bit.
Chipset motherboard yg saat ini mendukung kedua
prosesor ini adalah VIA K8T800 dan Nforce3 yg keduanya
mengusung feature HyperTransport. VIA K8T800 saat ini
adalah yg lebih matang, mengingat Nforce 3 masih
memiliki masalah di AGP bus yg mengakibatkan lambannya
kinerja AGP bus.
Karena jenis socket kedua prosesor ini berbeda, maka
tentunya juga membutuhkan tipe motherboard yg berbeda
pula, apalagi jenis memory yg digunakan untuk kedua
prosesor ini juga berbeda. Athlon64 3200 menggunakan
memory single-channel DDR PC3200. Sedangkan Athlon
FX-51 menggunakan dual-channel Registered DDR PC3200
yg langka dan mahal harganya.
Dalam hal overclock, Athlon64 3200 dan Athlon FX-51
boleh dibilang mengecewakan karena ketidakmampuan
chipset motherboard VIA K8T800 maupun Nforce3 untuk
mengunci clock PCI dan AGP di 33/66Mhz dalam kondisi
FSB yg dinaikkan. Akibatnya bila anda mengoverclok
dengan menggunakan FSB yg terlalu tinggi dapat
mengakibatkan kerusakan peripheral PCI, AGP, dan yg
cukup parah adalah kerusakan data di hardisk seperti
yg dialami oleh saya ketika mencoba mengoverclock
prosesor ini.
Hancurnya data di hardisk sempat mengacaukan jadwal
review, dan karena waktu terlalu singkat utk melakukan
instalasi dan pengujian ulang maka hasil benchmark yg
disertakan untuk sementara hanya kinerja dalam keadaan
tidak dioverclock.
Clock PCI dan AGP yg teroverclock dapat menyebabkan
peripheral PCI seperti soundcard, modem, dan LAN tidak
bekerja. Peripheral onboard biasanya juga tidak suka
dgn clock PCI yg terlalu tinggi. Hardisk bahkan dapat
menurun kinerjanya pada clock PCI yg tinggi akibat
banyaknya sinyal eror yg mengakibatkan pembacaan ulang,
bahkan datanya dapat rusak total hingga harus diformat
ulang.
AGP card seperti ATI Radeon juga termasuk AGP card yg
tidak menyukai clock AGP yg tinggi. Sedangkan Geforce
mampu bertahan. Namun performa ATI Radeon yg cenderung
lebih unggul & lebih murah dibanding Geforce
membuat tidak adanya feature untuk mengunci clock PCI
& AGP menjadi hal yg sangat mengganggu pada
platform Athlon 64 & Athlon FX-51, terutama karena
multiplier yg dikunci pada Athlon64 sehingga
satu-satunya cara utk mengoverclock hanyalah menaikkan
FSB.
Tampaknya hingga saat ini hanya chipset motherboard
Intel dan Nforce2 saja yg bisa mengunci clock PCI&AGP
dalam kondisi FSB teroverclock.
Image prosesor AMD sebagai prosesor yg murah dan
overclocker-friendly kini memang tidak ada lagi.
Kenikmatan multiplier yg terbuka serta clock PCI &
AGP yg terkunci (pada Nforce2) kini tak dapat anda
rasakan. Belum lagi bandrol harga $500 untuk menebus
Athlon64 3200 tentu akan membuat orang mundur teratur.
Apalagi Athlon FX-51 yg dipatok dengan harga $700
ternyata masih juga memburuhkan memory khusus
(Dual-channel Registered DDR PC3200) yg selain langka
juga mahal.
Mendapatkan Athlon64 dan Athlon FX-51 di Indonesia
bukanlah sesuatu yg mudah. Untuk mendapat testing
unit, REVIEWLAND terpaksa mendatangkan dari rekan di
Singapore. Semua prosesor dikemas dalam bundle
motherboard MSI (VIA K8T800) yg datang bersama memory
Registered DDR (untuk Athlon FX-51), yg tentu saja
juga sulit ditemukan di Indonesia.
Meskipun kesemuanya itu saat ini termasuk barang
langka di Indonesia, namun kinerja yg dihasilkan
ternyata sama sekali tidak langka, karena untuk
mendapatkan kinerja melebihi Athlon64 3200 (L2 cache
1MB), anda dapat menggunakan P4 2.4C@3.3 (L2 cache
512KB).
Kinerja Athlon FX-51 juga tidak terlalu spektakuler,
mengingat di beberapa benchmark bahkan dapat
dikalahkan oleh P4 2.4C@3.3
Satu hal yg perlu diingat adalah:
Beralih ke platform Athlon64 3200 akan memakan biaya
yg 3X-5X lebih mahal drpd beralih ke platform P4 2.4C,
dan performa yg dihasilkan Athlon64 3200 masih dibawah
P4 2.4C@3.3
Seri Athlon 64-bit sebenarnya merupakan reaksi dari
AMD atas kekalahannya yg terus menerus selama ini oleh
Intel di platform 32-bit.
Karena merasa tidak mungkin mengalahkan Intel di
platform 32-bit yg umum kita pakai sehari-hari, maka
AMD mencoba melarikan diri memasuki platform 64-bit yg
umumnya merupakan segmen kelas server, yg selama ini
tidak didominasi Intel, tapi lebih didominasi oleh
prosesor buatan Sun, Motorola, Apple.
Sadar bahwa tidak mungkin dapat menuai uang yg banyak
dari segmen server yg marketnya kecil itu, AMD
meluncurkan prosesor 64-bit yg juga mampu berjalan
pada platform 32bit.
Harus diakui bahwa hingga detik ini, untuk segmen
kelas desktop semua aplikasi yg ada adalah aplikasi
32-bit. Untuk merubah segmen kelas desktop dari
platform 32-bit ke 64-bit bukanlah pekerjaan yg mudah,
karena itu berarti seluruh pengguna komputer di dunia
juga harus mengganti seluruh operating system dan
aplikasi 32-bit yg telah banyak digunakan saat ini.
Intel saja yg notabene merupakan produsen prosesor yg
menguasai market share terbesar (83%) merasa belum
waktunya untuk merubah segmen desktop ke platform
64-bit, maka langkah yg diambil AMD untuk "mengubah
dunia" tergolong cukup berani, mengingat market
AMD hanyalah berkisar 15% saja.
Tindakan AMD ini bahkan terkesan nekat. Sama seperti
petinju yg putus asa karena tak pernah bisa
mengalahkan Mike Tyson di ring maka ia akan nekat
mencoba cara lain untuk mengalahkan Mike Tyson dengan
bertinju di kolam renang. Tapi bila sebagian besar
penonton tinju ternyata masih lebih menyukai
pertandingan tinju di atas ring, maka tindakan yg
dilakukan oleh petinju tsb akan sia-sia.
Sama seperti bila para developer OS dan aplikasi
enggan untuk beralih dari 32-bit ke 64-bit maka usaha
yg dilakukan AMD juga akan sia-sia. Bagi developer
software peralihan dari 32-bit ke 64-bit bukanlah
langkah yg mudah dan akan menelan banyak biaya. Dan
apabila software 64-bit tsb nantinya hanya bisa
dijalankan di prosesor Athlon64 yg notabene marketnya
sangat kecil, maka hal itu tentu sangat tindak
menguntungkan dari segi bisnis. Bagi para developer
software akan lebih menguntungkan untuk membuat
software 32-bit yg notabene bisa dijalankan di banyak
prosesor yg ada saat ini.
Microsoft sebagi penguasa utama operating system untuk
segmen desktop bahkan terasa malas-malasan untuk
meluncurkan operating system 64-bit mereka (WindowsXP
64-bit). Bahkan OS tersebut tidak terlalu banyak
mendapat dukungan dari pihak ketiga yg ditandai dengan
sangat minimnya driver yg ada.
Dinginnya respon dari Microsoft dan developer software
yg lain, semata karena AMD bukanlah pemegang market
share terbesar di segmen komputer desktop. Jadi dengan
mendukung AMD mereka tidak dapat berharap keuntungan
yg banyak.
Sebenarnya Athlon seri 64-bit merupakan revolusi
besar-besaran yg dilakukan oleh AMD.
Usaha & biaya riset yg dilakukan AMD untuk
menciptakan seri Athlon 64-bit tentu jauh lebih besar
dibanding inovasi terbaru intel yg cuma menambahkan L3
cache saja pada arsiotektur P4 lawas mereka.
Meski demikian hasil benchmark nanti membuktikan bahwa
kerja santai intel ternyat masih sanggup mengalahkan
kerja keras yg telah dilakukan AMD.
ABIT IS7 / IS7-E (i865PE) : SARANA MURAH INTEL MENUJU
ANGKA 3.6GHZ
ABIT IS7/ IS7E: Favorit overclocker yg terbukti stabil
membawa P4 Extreme Edition ke angka 3.6GHz dan FSB
1100 lebih, dengan bandrol cuma $110 saja
Di masa-masa awal peluncuran P4 FSB800, i875PE
dinobatkan chipset yg dapat menghasilkan performa
lebih baik karena dibekali teknologi PAT (Performance
Acceleration Technology) yg tidak ada pada i865PE.
Demi memperoleh feature PAT, konsumen
berbondong-bondong membeli moterboard i875P yg
harganya mahal.
Namun setelah target penjualan chipset i875P yg mahal
itu tercapai, intel akhirnya memperbolehkan para
produsen motherboard utk meng-enable PAT pada chipset
i865PE yg harganya murah-meriah.
Dengan begitu performa motherboard i865PE akhirnya
menyamai bahkan melebihi i875P.
Janganlah heran dgn hal semacam itu, karena strategi
brilian seperti itulah yg membuat Intel menjadi market
leader.
Salah satu motherboard i865PE yg jelas-jelas
mensupport PAT dan P4 Extreme Edition adalah ABIT
IS7/IS7-E.
ABIT sebagai produsen motherboard overclocker no.1 di
dunia berhasil menyingkirkan pesaingnya dengan
membekali IS7 dengan kestabilan dan fasilitas tweking
yg super lengkap, dan tentunya dengan harga yg cukup
murah.
ABIT IS7 dibandrol dengan harga $125 dan IS7-E (tanpa
Firewire) dgn harga cuma $110 saja. Bagi yg
menginginkan fasilitas overclocking on-the-fly juga
ada ABIT AI7 (GURU) dgn harga $145. Ketiganya
menggunakan chipset i865PE yg performanya setara
dengan i875P, namun tentu jauh lebih murah. Sebagai
catatan, harga motherboard i875P rata-rata mendekati
$200.
Northbridge IS7: Dibekali heatsink raksasa + fan 5273
RPM demi kestabilan di FSB tinggi
Dengan Bios terbaru, IS7/IS7E dapat mensupport P4 3.2
Extreme Edition. Ini membuktikan bawha prosesor Intel
yg termahal ternyata kompatibel dgn motheboard seharga
cuma $100
Bios versi 17: Sudah support P4 Extreme Edition (L3
cache 2MB)
Variasi setting PAT yg oleh ABIT dinamakan Game
Accelerator Technology (GAT) Salah satu keunggulan IS7
adalah kemampuannya utk mendisable PAT secara manual
bila mengoverclock dengan FSB tinggi, suatu hal yg
tidak bisa dilakukan pada motherboard berchipset
i875P, sehingga dengan begitu overcloking pada i865PE
sebenarnya jauh lebih stabil dibanding pada i875P.
Pada BIOS IS7/IS7E, anda dapat menggatur setting GA
(Game Accelerator) ke Turbo, Street Racer, atau F1
bila anda ingin meng-enable PAT.
Sedangkan pilihan Auto akan mematikan PAT.
Pada FSB 230 keatas, PAT akan langsung disable bila
anda memilih setting selain F1. Meski setting Turbo
dan StreetRacer tetap tidak meng-enable PAT pada FSB
tinggi, namun masih bisa mendongkrak kinerja. Setting
F1 akan memaksa penggunaan PAT pada FSB berapapun.
Namun pengujian membuktikan bahwa pada FSB tinggi PAT
lebih baik dimatikan demi kestabilan.
Pilihan Vcore mulai dari 1.5V-1.875V
Pilihan Vcore yg disediakan oleh IS7 cukup banyak,
yaitu mulai dari 1.5V hingga 1.875V. Namun experimen
membuktikan bahwa untuk mengoverclok P4 3.2EE ke
3.6GHz cukup dengan vcore default saja. Dan utk
mengoverclok P4 2.4 ke 3.3GHz cukup dengan vcore
1.575V saja. Overclocking dengan voltase rendah tidak
akan memperpendek umur prosesor.
Pada IS7/IS7E, pilihan Voltase memory (VDDR) maksimal
adalah 2.8V. Voltase ini masih cukup utk membawa
memory DDR PC3200 ke angka 220MHz dengan timing
CL2-6-3-3 dan setting StreetRacer. Namun bagi yg
merasa ingin mengoverclock lebih tinggi, anda bisa
memilih ABIT AI7 yg menyediakan pilihan VDDR hingga
3.2V.
Sebenarnya overclocking memory tidak terlalu penting,
sebab nanti akan terbukti bahwa memory clock yg tinggi
pada platform P4 FSB800 tidak terlalu berpengaruh
terhadap peningkatan kinerja.
AGP & PCI fix: Overclocking FSB tanpa resiko
kerusakan hardware dan tanpa resiko kerusakan data di
hardisk anda
Satu hal yg paling penting adalah fasilitas pengunci
clock PCI/AGP. Jadi pada FSB berapapun clock PCI &
AGP akan selalu fixed sesuai standard (33MHZ &
66MHz).
Feature ini kian penting karena untuk mendapat
performa terbaik, FSB harus digenjot setinggi mungkin.
Dan dengan adanya pengunci clock PCI & AGP, maka
overcloking FSB menjadi aman untuk dilakukan tanpa
resiko kerusakan peripheral PCI dan AGP. Rusaknya data
di hardisk akibat overclocking FSB juga dapat
dihindari dengan adanya feature ini.
Disertakannya fasilitas pengunci clock PCI & AGP
sudah merupakan tradisi yg ada pada chipset intel dan
tampaknya sulit diterapkan pada chipset lain.
Hingga kini hanya chipset intel dan Nforce2 saja yg
memiliki fasilitas pengunci clock PCI & AGP.
Sementara chipset lain (seperti buatan VIA dan SIS)
boleh dibilang sebagai "chipset yang tidak
sempurna" karena tidak mampu menyertakan
fasilitas pengunci clock PCI dan AGP.
Chipset terbaru utk Athlon 64-bit yaitu VIA K8T800
juga sama sekali tidak bisa mengunci clock PCI dan AGP.
Sedangkan Nforce3 hanya bisa mengunci clock AGP saja.
Pada kedua chipset yg "tidak sempurna" ini,
overclocking FSB tentu dapat mengakibatkan tidak
berfungsinya peripheral PCI seperti souncard, LAN,
SCSI card, dan kerja hardisk pun dapat terganggu
sehingga dapat timbul kerusakan data. Peripheral
onboard juga sangat rewel dengan PCI clock yg melebih
standardnya.
DRAM Ratio 5:4 dan 3:2 dapat dipilih agar FSB tinggi
dapat dicapai tanpa harus terhambat oleh keterbatasan
memory clock
IS7/IS7E menyediakan pilihan DRAM ratio yg cukup
komplit.
Adanya DRAM ratio sangat penting, karena peningkatan
kinerja yg maximal akan didapt dengan menaikkan FSB
setinggi mungkin. Sedangkan menaikkan memory clock
tidak terlalu berpengaruh terhadap kinerja.
Sewaktu mengoverclok dengan FSB tinggi anda dapat
menggunakan DRAM ratio 4:4 atau 3:1 agar memory anda
tidak teroverclok terlalu tinggi diluar batas
kemapuannya.
Pada FSB 275 anda tidak harus menggunakan memory yg
mampu berjalan di 275MHz, yaitu DDR550 / PC4400.
Kalaupun memory seperti itu ada tentu harganya
sangalah mahal. Tapi anda cukup menggunakan DRAM Ratio
5:4 sehingga memory anda cuma berjalan di 220MHz saja.
Memory PC3200 yg berkualitas biasanya mampu berjalan
stabil di 220MHz. Namun bila masih belum mampu anda
dapat menggunakan setting DRAM Ratio 3:2 sehingga
mermoy anda cuma berjalan di 185MHz saja. Anda tak
perlu mengkhawatirkan memory clock yg pelan, karena
pengaruhnya kecil terhadap kinerja. Yang justru
berpengaruh adalah FSB yg tinggi. Hal ini nanti akan
dibahas lebih lanjut.
Jadi intinya, janganlah terlalu tergiur untuk membeli
memory mahal ber-spek tinggi seperti DDR500 (PC4000),
karena uang yg anda keluarkan tidak akan membawa
peningkatan performa yg signifikan
PAT PADA CHIPSET i865PE : i875P YANG MAHAL ITU BOLEH
DILUPAKAN
PERBANDINGAN BERBAGAI SETTING PAT* & MEMORY TIMING
* juga disebut sebagai GAT (Game Accelerator
Technology)
P4 3.2EE+ABIT IS7 (i865PE)
(fsb200/mem200) . . Sisoft Sanda Memory (int / float)
GA: F1, CL2-5-2-2 $900 5094/5057
GA: StreetRacer, CL2-5-2-2 5049/5027
GA: Turbo, CL2-5-2-2 5037/5024
GA: F1, CL2-6-3-3 $700 5022/4998
GA: StreetRacer, CL2-6-3-3 $160 4998/4956
GA: Turbo, CL2-5-2-2 4973/4951
GA: Auto (PAT: off), CL2-5-2-2 4635/4633
GA: Auto (PAT: off), CL2-6-3-3 4603/4565
Dengan adanya PAT pada i865PE, maka tentu saja tidak
ada lagi alasan yg bagus utk membeli motherboard
berchipset i875P yg notabene harganya 2X lebih mahal.
Intel sendiri tidak terlalu peduli bila konsumen nanti
beralih ke motherboard i865PE karena target penjualan
chipset i875P sudah tercapai, yg tentu berkat
merahasiakan adanya PAT pada i865PE sewaktu
memperkenalkan i875P pertama kali.
Di awal-awal masa peluncuran i875P, memang terlihat
bahwa perbedaan kinerja antara i875P dengan i865PE
sangat kontras. Namun itu semata karena tidak
diaktifkannya PAT pada i865PE.
Begitu Intel mengijinkan produsen motherboard utk meng-enable
PAT pada i865PE, performanya langsung melejit jauh,
bahkan sedikit diatas i875P.
Produsen motherboard i865PE seperti ABIT menyediakan
setting Game Accelerator (GA) yg tak lain adalah
setting utk mengatur kecepatan PAT dan juga bisa untuk
men-disable PAT.
Pada tabel diatas dapat anda lihat bahwa meskipun
berbagai pilihan setting PAT seperti F1, StreetRacer
dan Turbo mampu mendongkrak memory bandwith, namun
penggunakan timing yg gegas (CL2-5-2-2) juga
memberikan peningkatan yg cukup banyak dibanding
timing yg lebih lambat CL2-6-3-3.
Setting Auto berguna untuk men-disable PAT. Pada
motherboard i875P, men-disable PAT malah tidak bisa
dilakukan dan inilah yg biasanya justru menyebabkan
ketidakstabilan ketika melakukan overclocking dgn FSB
tinggi. Pada i875P, untuk mencapai kestabilan di FSB
tinggi dengan PAT enabled, biasanya voltase DDR
terpaksa harus digenjot diatas 3V dimana belum tentu
semua memory sanggup dan jelas akan merusak keping
memory tsb untuk untuk pemakaian jangka panjang.
Sedangkan Pada i865PE, PAT dapat di-disable demi
kestabilan di FSB tinggi tanpa harus menggunakan
Voltase DDR yg terlalu extrim.
Kemampuan mencapai FSB lebih tinggi jauh lebih penting
daripada PAT, karena FSB yg lebih tinggi berarti CPU
clock yg dicapai lebih tinggi. Selain itu dengan FSB
tinggi, maka memory bandwith juga akan meningkat
drastis meski tanpa adanya PAT
ANOMALI INTEL: MEMORY BANDWITH TINGGI CUKUP DENGAN
MEMORY CLOCK RENDAH
Memory clock 184MHz: Bandwithnya hampir mendeketi
memory di clock 250MHz (PC4000)
Banyak orang yg masih mengira bahwa satu-satunya cara
untuk mencapai memory bandwith yg tinggi adalah dengan
memory clock yg tinggi.
Pada platform generasi lama mungkin hal tersebut
berlaku, namun pada platform P4 FSB800 (i865PE dan
i875P), hal tersebut tak berlaku lagi, karena FSB yg
tinggi berhasil menghilangkan sebagian besar
bottleneck pada system memory.
Oleh karena itu meskipun memory clock yg digunakan
rendah, namun bila FSB-nya digenjot cukup tinggi maka
memory bandwith tetap saja dapat meningkat drastis.
Selain itu menggenjot FSB juga dapat mendongkrak
performa "real world" (performa utk
menjalankan aplikasi betulan).
Sedangkan bila hanya menggenjot memory clock saja,
maka peningkatan kinerjanya tidak terlalu signifikan,
kalaupun ada yg meningkat hanyalah memory bandwith di
benchmark sintetis saja, sedangkan performa "real
world"-nya tidak mengalami peningkatan.
Jadi intinya, pada P4 FSB800 mengoverclok FSB jauh
lebih bermanfaat dibanding mengoverclock memory.
Pada tabel di bawah dapat anda lihat bahwa meski
dengan memory clock yg rendah, memory bandwith dapat
meningkat drastis bila FSB dinaikkan. Atau dengan kata
lain, penurunan memory clock tidak berarti penurunan
memory bandwith bila FSB digenjot naik.
GA:F1, CL2-5-2-2 . . Sisoft Sanda Memory (int / float)
FSB: 277 , MEMORY: 185
PAT: off 5532/5517
FSB 225 , MEMORY: 180
PAT: on 5095/5058
FSB 200 , MEMORY: 200
PAT: on 5094/5057
ABIT NF7-S rev. 2.0: PLATFORM MURAH BERFASILITAS MEWAH
ABIT NF-7S: Motherboard idola overclocker seharga $115
yg kualitas sound onboardnya setara SoundBlaster
Audigy
Tak dapat dipungkiri bahwa hingga detik ini, chipset
Nforce2 merupakan chipset terbaik sekaligus paling
sempurna untuk AthlonXP. Bahkan dibandingkan Nforce3
yg merupakan chipset untuk Athlon64, Nforce2 jauh
lebih sempurna.
Nforce2 adalah chipset satu-satunya untuk platform AMD
yg mampu mengunci clock PCI dan AGP. Jadi hanya
overclocker tolol yg menolak menggunakan chipset
Nforce2 untuk AthlonXP.
Selain itu chipset southbridge Nforce 2 (MCP-T)
merupakan satu-satunya chipset yg mengintegrasikan
onboard audio dengan kualitas & CPU utilization yg
lebih baik dibanding Sound Blaster Audigy.
Jadi boleh dibilang bahwa nforce 2 adalah chipset
pertama yg berhasil membuktikan kepada dunia bahwa
kualitas sound onboard mampu mengalahkan sound card
apapan atas.
ABIT NF7-S merupakan motherboard Nforce2 yg cukup
digandrungi kalangan overclocker. Dengan kestabilan
dan kelengkapan fasiltas tweaking khas ABIT,
motherboard ini menjadi platform pengujuan untuk
AthlonXP1700@3300 yg pada beberapa benchmark terbukti
masih sanggup untuk mengalahkan Athlon64 3200.
PENGUJIAN :
Pengujian dilakukan dengan 30 macam benchmark yg
terbagi dalam lima macam kategori:
1. Kategori Synthetic Benchmark: Sisoft Sandra 2004
(989)
2. Kategori Game 3D: Quake3, Unreal Tournament 2003,
Comanche 4, Serious Sam SE, 3DMark2001SE, 3DMark2003
3. Kategori Aplikasi bisnis/office: Sysmark 2002,
PCMark2002
4. Kategori Video editing/Encoding: Vidomi DivX 5.05,
DVDx 2.0
5. Kategori Aplikasi 3D: 3D Studio Max 5, Cinema 4D
XL7, SpecviewPerf 7.1, Povray 3.5
6. Kategori Aplikasi Scientific: SuperPI, ScienceMark
2
7. Kategori Multi-Tasking: 3D Studio Max 5 + Vidomi
DivX 5.05, SuperPI + Hot CPU Tester Lite
BENCHMARK PLATFORM:
CPU:
- Pentium4 3.2 HT Extreme Edition (@ 3.6GHz), L3 cache
2MB
- Pentium4 2.4C HT (@ 3.3GHz), L2 cache 512KB
- Tbred AXP 1700+ (@ 3300+ / 2.3GHz), L2 cache 256KB
- Athlon64 3200, L2 cache 1MB
- Athlon FX-51, L2 cache 1MB,
CPU Cooler :
- Intel: Cooler Master IHC + Thermaltake 6000RPM fan (overclocked
temp: 38C)
- AMD: Silverprop waterblock + Masturbatorium Cooling
Tower (overclocked temp: 35C dengan NF7-S bios versi
20)
Motherboard
- P4 : ABIT IS7 (i865PE Springdale) - bios versi 17
- AthlonXP : ABIT NF7-S rev 2.0 (nForce 2) - bios
versi 20
- Athlon64 : MSI K8T Neo
- Athlon FX-51 : MSI K8T Master
Memory DDR :
2 X 256MB Kingston ValueRam PC3200 (chip Winbond BH-5)
2 X 256MB Infineon Registered DDR PC3200
Harddisk:
80GB Maxtor ATA133- 7200RPM + ABIT Serillel 2
(SATA150)
Videocard:
Sapphire ATI Radeon 9700 Pro (325/310)
Driver:
- Catalyst 3.7
Windows XP Professional SP1
DirectX 9.1a
KATEGORI 1: SYNTHETIC BENCHMARK
BENCHMARK PCMARK 2002 - CPU
. . 1024x768x32bit
P4 3.2 @ 3.6 (fsb277,mem185) +L3cache
GA: Auto (PAT off),CL2-5-2-2 $900 $900 8770
P4 3.2 @ 3.6 (fsb225,mem180) +L3cache
GA: F1 (PAT on),CL2-5-2-2 8723
P4 2.4 @ 3.3 (fsb278,mem222)
GA: StRacer (PAT off),CL2-6-3-3 $160 8316
P4 2.4 @ 3.3 (fsb278,mem185)
GA: Turbo (PAT off),CL2-5-2-2 $160 8265
P4 3.2 (fsb200,mem200) +L3cache
GA: F1 (PAT on),CL2-5-2-2 7788
AthlonFX-51/2.2Ghz(fsb200,mem200)
VIA K8T800, Registered DDR $700 $700 7170
AXP1700@3300/2.3Ghz(fsb210,mem210)
CL2-5-2-2 $50 $50 7149
Athlon64 3200/2GHz (fsb200,mem200)
VIA K8T800 $500 $500 6505
P4 2.4 (fsb200,mem200)
GA: F1 (PAT on), CL2-5-2-2 6028
PCMark2002 adalah benchmark buatan Madonion yg
mencerminkan kinerja JPEG decoding, Zlib compression,
Text searching, Audio conversion, dan 3D Vector
calculation.
Di sini jelas terlihat bahwa P4 2.4C@3.3 yg harganya
cuma $160 terbukti mampu memukul telak Athlon 64
maupun Athlon FX-51 yg harganya $700. Yang lebih
memalukan lagi adalah kekalahan Athlon64 3200+ oleh
veteran tua AMD yaitu AXP1700@3300(2.3GHz) yg notabene
harganya cuma $50.
L3 cache 2MB tampaknya belum cukup bagi P4 3.2EE
standard utkmengalahkan P4 2.4C@3.3. Namun dengan
mengoverclock P4 3.2EE i ni ke angka 3.6GHz, prosesor
ini berhasil membuktikan dirinya sebagai yg paling
perkasa di benchmark ini.
Overclocking P4 3.2EE@3.6 dgn FSB 277 terlihat mampu
memberikan hasil yg agak lebih baik dibanding dengan
menggunakan FSB 225. Sedangkan pada P4 2.4C@3.6,
penggunaan memory clock 222MHz juga memberikan hasil
yg agak lebih baik dibanding memory clock 185MHz.
BENCHMARK PCMARK 2002 - MEMORY
. . Default
P4 3.2 @ 3.6 (fsb277,mem185) +L3cache
GA: Auto (PAT off),CL2-5-2-2 $900 14790
P4 3.2 @ 3.6 (fsb225,mem180) +L3cache
GA: F1 (PAT on),CL2-5-2-2 14757
P4 3.2 (fsb200,mem200) +L3cache
GA: F1 (PAT on),CL2-5-2-2 13986
AthlonFX-51/2.2Ghz(fsb200,mem200)
VIA K8T800, Registered DDR $700 11600
P4 2.4 @ 3.3 (fsb278,mem222)
GA: StRacer (PAT off),CL2-6-3-3 $160 10060
P4 2.4 @ 3.3 (fsb278,mem185)
GA: Turbo (PAT off),CL2-5-2-2 9842
P4 2.4 (fsb200,mem200)
GA: F1 (PAT on), CL2-5-2-2 8871
Athlon64 3200/2GHz (fsb200,mem200)
VIA K8T800 $500 8735
AXP1700@3300/2.3Ghz(fsb210,mem210)
CL2-5-2-2 $50 6135
Penambahan L3 cache sebesar 2MB pada P4 3.2EE
benar-benar memberikan peningkatan memory bandwith yg
luar biasa. Bahkan memory bandwith yg dihasilkan P4
3.2EE standard masih belum mampu dikalahkan oleh P4
2.4C@3.3 yg notabene berjalan di FSB dan memory clock
yg jauh lebih tinggi (278/222). Athlon FX-51yg
notabene sudah dipersenjatai dengan integrated memory
controller, Hypertransport, dan memory mahal (dual
channel Registered DDR) masih juga belum mampu
mengalahkan P4 3.2EE.
Sementara itu saudara kandungnya, yaitu Athlon64 yg
juga dibekali integrated memory controller (Hypertransport)
ternyata hanya bisa menggelinjang & menjadi
bulan-bulanan oleh P4 2.4C. Bahkan memory bandwith yg
dihasilkan P4 2.4C ternyata masih diatas Athlon64 yg
harganya tidak murah itu.
Sama seperti pada CPU test, overclocking P4 3.2EE@3.6
dgn FSB 277 terlihat mampu memberikan hasil yg agak
lebih baik dibanding dengan menggunakan FSB 225.
Sedangkan pada P4 2.4C@3.6, penggunaan memory clock
222MHz juga memberikan hasil yg agak lebih baik
dibanding memory clock 185MHz.SISOFT SANDRA 2004 (989)
- ARITHMETIC BENCHMARK
. . Dhrystone/Whetstone
P4 3.2 @ 3.6 (fsb225,mem180) +L3cache
GA: F1 (PAT on),CL2-5-2-2 $900 11303/7959
P4 3.2 @ 3.6 (fsb277,mem185) +L3cache
GA: Auto (PAT off),CL2-5-2-2 11232/7943
P4 2.4 @ 3.3 (fsb278,mem185)
GA: Turbo (PAT off),CL2-5-2-2 $160 10362/7358
P4 2.4 @ 3.3 (fsb278,mem222)
GA: StRacer (PAT off),CL2-6-3-3 10288/7359
P4 3.2 (fsb200,mem200) +L3cache
GA: F1 (PAT on),CL2-5-2-2 9833/7072
AthlonFX-51/2.2Ghz(fsb200,mem200)
VIA K8T800, Registered DDR $700 8960/4543
AXP1700@3300/2.3Ghz(fsb210,mem210)
CL2-5-2-2 $50 8825/3649
Athlon64 3200/2GHz (fsb200,mem200)
VIA K8T800 $500 7515/4140
P4 2.4 (fsb200,mem200)
GA: F1 (PAT on), CL2-5-2-2 7340/5332
Sisoft Sandra Arithmetic benchmark menunjukkan bahwa
masterpiece AMD yg paling mahal, yaitu AthlonFX-51
mampu dipermalukan oleh P4 2.4C@3.3 yg harganya cuma
SEPERLIMAnya.
Konyolnya lagi, Athlon64 3200 yg harganya $500
ternyata malah bisa dijatuhkan oleh AXP1700@3300 yg
harganya cuma $50 alias 10X lebih murah.
P4 2.4C@3.3 juga masih cukup perkasa untuk mengalahkan
P4 3.2EE standard. Namun P4 3.2EE@3.6 jelas tak
tergoyahkan di posisi puncak.
Overclocking P4 3.2EE@3.6 dgn FSB 255 ternyata malah
menjukkan hasil yg lebih baik dibanding dengan
menggunakan FSB 275. Tampaknya tinggi FSB tak terlau
berpengaruh pada hasil benchmark ini.
Sedangkan pada overclocking P4 2.4C@3.6, penggunaan
memory clock 185MHz dengan timing gegas (CL2-5-2-2)
juga memberikan hasil yg juga lebih baik dibanding
memory clock 225MHz dengan timing lambatt (CL2-6-3-3).
Pengunaan memory timing yg lebih gegas justru
memberikan hasil yg lebih baik dibanding menaikkan
memory clock.
SISOFT SANDRA 2004 (989) - MULTIMEDIA BENCHMARK
. . Integer / Floating Point
P4 3.2 @ 3.6 (fsb225,mem180) +L3cache
GA: F1 (PAT on),CL2-5-2-2 $900 27688/38957
P4 3.2 @ 3.6 (fsb277,mem185) +L3cache
GA: Auto (PAT off),CL2-5-2-2 27680/37823
P4 2.4 @ 3.3 (fsb278,mem185)
GA: Turbo (PAT off),CL2-5-2-2 $160 25570/35977
P4 2.4 @ 3.3 (fsb278,mem222)
GA: StRacer (PAT off),CL2-6-3-3 25568/35966
P4 3.2 (fsb200,mem200) +L3cache
GA: F1 (PAT on),CL2-5-2-2 24611/35544
AXP1700@3300/2.3Ghz(fsb210,mem210)
CL2-5-2-2 $50 21209/21431
P4 2.4 (fsb200,mem200)
GA: F1 (PAT on),CL2-5-2-2 18419/26660
Pengujian multimedia benchmark menunjukkan hasil ygs
endad dengan CPU arithmeticv benchamark.
Dalam hal overcloking P4 2.4C dan P4 3,.2EE. tingginya
FSB tak terlalu berpengaruh pada peningkatan performa.
Pengunaan memory timing yg lebih gegas justru dapat
memberikan hasil yg lebih baik dibanding menaikkan
memory clock.
SISOFT SANDRA 2004 (989) - MEMORY BENCHMARK
. . Integer / Floating Point
P4 2.4 @ 3.3 (fsb278,mem222)
GA: StRacer (PAT off),CL2-6-3-3 $160 6023/5987
AthlonFX-51/2.2Ghz(fsb200,mem200)
VIA K8T800, Registered DDR $700 5570/5530
P4 3.2 @ 3.6 (fsb277,mem185) +L3cache
GA: Auto (PAT off),CL2-5-2-2 $900 5532/5517
P4 2.4 @ 3.3 (fsb278,mem185)
GA: Turbo (PAT off),CL2-5-2-2 5522/5521
P4 3.2 @ 3.6 (fsb225,mem180) +L3cache
GA: F1 (PAT on),CL2-5-2-2 5095/5058
P4 3.2 (fsb200,mem200) +L3cache
GA: F1 (PAT on),CL2-5-2-2 5094/5057
P4 2.4 (fsb200,mem200)
GA: F1 (PAT on),CL2-5-2-2 5007/4975
AXP1700@3300/2.3Ghz(fsb210,mem210)
CL2-5-2-2 $50 3234/3051
Athlon64 3200/2GHz (fsb200,mem200)
VIA K8T800 $500 3015/3016
P4 2.4C@3.3 yg notabene adalah prosesor P4 HT yg
harganya termurah, ternyata menjadi penguasa puncak di
benchmark ini. Dengan kombinasi FSB 278 dan memory
clock 222MHz, memory bandwith yg dicapainya cukup
untuk mengalahkan Athlon FX-51 seharga $700 yg
notabene dibekali dengan integrated memory controller
& dual channel registered DDR.
P4 2.4C@3.3 yg berjalan FSB 278 dan memory clock lebih
rendah (185MHz) juga masih cukup garang utk
mengalahkan P4 3.2E@3.6 yg berjalan di FSB225.
Sementara itu Athlon64 yg notabene juga dipersenjatai
dengan integrated memory controller (Hypertransport),
ternyata hanya bisa kelojotan sambil mengepel lantai
di posisi paling dasar. Memory bandwith yg dihasilkan
prosesor AMD seharga $500 ini bahkan masih dibawah
saudara tuanya yaitu AthlonXP1700@3300 yg harganya
cuma $50 saja !!!
KATEGORI 2: GAME 3D
QUAKE 3
. . Demo 001. Normal - 640x480x16bit
P4 3.2 @ 3.6 (fsb277,mem185) +L3cache
GA: Auto (PAT off),CL2-5-2-2 $900 571.1
P4 3.2 @ 3.6 (fsb225,mem180) +L3cache
GA: F1 (PAT on),CL2-5-2-2 566.7
P4 3.2 (fsb200,mem200) +L3cache
GA: F1 (PAT on),CL2-5-2-2 519.5
AthlonFX-51/2.2Ghz(fsb200,mem200)
VIA K8T800, Registered DDR $700 452.5
P4 2.4 @ 3.3 (fsb278,mem185)
GA: Turbo (PAT off),CL2-5-2-2 $160 440.3
P4 2.4 @ 3.3 (fsb278,mem222)
GA: StRacer (PAT off),CL2-6-3-3 439.4
Athlon64 3200/2GHz (fsb200,mem200)
VIA K8T800 $500 407.5
P4 2.4 (fsb200,mem200)
GA: F1 (PAT on), CL2-5-2-2 354.1
AXP1700@3300/2.3Ghz(fsb210,mem210)
CL2-5-2-2 $50 352.4
Quake3 merupakan game yg engine-nya cukup banyak
diimplemantasikan pada game-game baru. Game ini
terkenal sensitif dengan memory bandwith. Manfaat L3
cache sebesar 2MB pada P4 3.2EE benar-benar terlihat
pada game ini.
Cukup dengan hanya berbekal L3 cache saja, P4 3.2EE
standard sekalipun sulit utk dikalahkan oleh Athlon
FX-51 yg notabene dibekali dengan seabrek feature
terkini seperti integrated memory controller,
Hypertransport, dan dual channel registered DDR.
Athlon64 3200 yg juga dibekali dengan integated memory
controller (Hypertransport) juga ternyat masih
tertinggal jauh oleh P4 2.4@3.3 yg harganya jauh lebih
murah dan tentunya tanpa L3 cache.
Game ini begitu tergantungnya dengan kinerja memory
bandwith, hingga AthlonXP1700@3300 saja masih belum
bisa melampaui P4 2.4C standard.
Overclocking dengan menaikkan FSB pada P4 3.2EE dan P4
2.4C dapat memberikan peningkatan yg cukup besar pada
game ini. Memory clock yg rendah (185MHz) namun dengan
timing gegas (CL2-5-2-2-) dapat memberikan hasil yg
lebih baik drpd memory clock lebih tinggi (222MHz)
namun dengan timing lambat (CL2-6-3-3)
UNREAL TOURNAMENT 2003
. . 640x480 - flyby
P4 3.2 @ 3.6 (fsb277,mem185) +L3cache
GA: Auto (PAT off),CL2-5-2-2 $900 324.7
P4 3.2 @ 3.6 (fsb225,mem180) +L3cache
GA: F1 (PAT on),CL2-5-2-2 322.4
AthlonFX-51/2.2Ghz(fsb200,mem200)
VIA K8T800, Registered DDR $700 315.6
P4 3.2 (fsb200,mem200) +L3cache
GA: F1 (PAT on),CL2-5-2-2 296.0
Athlon64 3200/2GHz (fsb200,mem200)
VIA K8T800 $500 293.2
P4 2.4 @ 3.3 (fsb278,mem222)
GA: StRacer (PAT off),CL2-6-3-3 $160 269.0
P4 2.4 @ 3.3 (fsb278,mem185)
GA: Turbo (PAT off),CL2-5-2-2 268.6
AXP1700@3300/2.3Ghz(fsb210,mem210)
CL2-5-2-2 $50 237.1
P4 2.4 (fsb200,mem200)
GA: F1 (PAT on), CL2-5-2-2 210.4
Tampaknya engine Unreal Tournament 2003 cukup menyukai
prosesor terbaru AMD. Athlon FX-51 berhasil
mengalahkan P4 3.2EE standard dengan cukup telak,
meskipun masih belum bisa mengalahkan P4 3.2EE yg
dioverclok di 3.6GHz.
Sementara itu Athlon64 3200 menempel ketat dibawah P4
3.2EE standard.
Meski belum bisa mengalahkan Athlon 64 3200, namun P4
2.4C@3.3 masih dapat menujukkan taringnya pada
AXP1700@3.300 yg berjalan terseok-seok di posisi bawah
bersama P4 2.4C standard.
Manisnya prestasi AMD pada game ini cukup beralasan,
karena pembuat Unreal Tournament 2003 yaitu Epic,
merupakan developer yg cukup akrab dengan AMD. Bahkan
mereka adalah satu-satunya developer yg konon bersedia
membuat versi 64bit khusus utk AMD.
Overcloking P4 3.2EE dan P4 2.4C dengan menaikkan FSB
dapat mendongrak kinerja, begitu pula menaikkan memory
clock juga dapat membantu meski tidak terlalu banyak
bila timingnya lambat (CL2-6-3-3). Kinerja memory
clock yg sangat rendah masih dapat terbantu dengan
penggunaan timing gegas (CL2-5-2-2).
SERIOUS SAM SE
. . Elephant Atrium. Normal - 640x480x32bit
P4 3.2 @ 3.6 (fsb225,mem180) +L3cache
GA: F1 (PAT on),CL2-5-2-2 $900 309.1
P4 3.2 @ 3.6 (fsb277,mem185) +L3cache
GA: Auto (PAT off),CL2-5-2-2 308.1
P4 3.2 (fsb200,mem200) +L3cache
GA: F1 (PAT on),CL2-5-2-2 279.7
P4 2.4 @ 3.3 (fsb278,mem185)
GA: Turbo (PAT off),CL2-5-2-2 $160 244.1
P4 2.4 @ 3.3 (fsb278,mem222)
GA: StRacer (PAT off),CL2-6-3-3 241.7
AXP1700@3300/2.3Ghz(fsb210,mem210)
CL2-5-2-2 $50 224.0
P4 2.4 (fsb200,mem200)
GA: F1 (PAT on), CL2-5-2-2 191.4
Serious Sam SE merupakan game asal Croatia yg tidak
terlalu bergantung pada memory bandwith.
Meski di Serious Sam adalah game yg lebih condong ke
AMD, namun AthlonXP1700@3300 bukan lagi lawan sepadan
bagi P4 2.4C@3.3 yg perkasa itu.
Karena game ini tidak terlalu bergantung pada memory
bandwith, maka overcloking P4 3.2EE@3.6 dengan FSB 225
mampu memberikan hasil yg lebih baik dibanding dengan
FSB277.
Overcloking P4 2.4C@3.3 dengan memory clock lebih
rendah (185MHz) namun dengan timing gegas (CL2-5-2-2)
juga malah memberikan kinerja lebih baik dibanding
memory clock tinggi (222MHz) namun timing lambat
(CL2-6-3-3).
Pada game ini terlihat bahwa timing yg lebih gegas
justru lebih berperan dalam mendongrak kinerja
dibanding tingginya memory clock.
COMANCHE 4
. . 800x600x32bit - pixel shader
P4 2.4 @ 3.3 (fsb278,mem222)
GA: StRacer (PAT off),CL2-6-3-3 $160 70.72
P4 2.4 @ 3.3 (fsb278,mem185)
GA: Turbo (PAT off),CL2-5-2-2 70.49
Athlon64 3200/2GHz (fsb200,mem200)
VIA K8T800 $500 68.20
AXP1700@3300/2.3Ghz(fsb210,mem210)
CL2-5-2-2 $50 56.88
P4 2.4 (fsb200,mem200)
GA: F1 (PAT on), CL2-5-2-2 53.61
Comanche4 merupakan game yg menggunakan engine buatan
Novalogic. Engine ini umum diimplementasikan pada
game-game bersuasana outdoor landscape (simulasi
pesawat, dll).
P4 2.4@3.3 yg cuma seharga $160 terlihat mampu memukul
telak Athlon64 3200 seharga $500 yg notabene sudah
dibekali integrated memory controller (Hypertransport)
Meski Athlon64 mampu memberikan peningkatan kinerja yg
jauh diatas AthlonXP1700@3300 namun masih belum bisa
mengalahkan P4 2.4@3.3
3DMARK 2001SE (build 330)
. . Default 1024x768x32bit
P4 3.2 @ 3.6 (fsb277,mem185) +L3cache
GA: Auto (PAT off),CL2-5-2-2 $900 18832
P4 3.2 @ 3.6 (fsb225,mem180) +L3cache
GA: F1 (PAT on),CL2-5-2-2 18818
P4 3.2 (fsb200,mem200) +L3cache
GA: F1 (PAT on),CL2-5-2-2 18526
Athlon64 3200/2GHz (fsb200,mem200)
VIA K8T800 $500 17865
P4 2.4 @ 3.3 (fsb278,mem185)
GA: Turbo (PAT off),CL2-5-2-2 $160 17660
P4 2.4 @ 3.3 (fsb278,mem222)
GA: StRacer (PAT off),CL2-6-3-3 17506
AXP1700@3300/2.3Ghz(fsb210,mem210)
CL2-5-2-2 $50 16616
P4 2.4 (fsb200,mem200)
GA: F1 (PAT on), CL2-5-2-2 15897
3DMark2001 merupakan benchmark yg cukup populer &
sering menjadi tolok ukur bagi para reviewer maupun
overclocker. Berbeda dengan 3DMark2003 yg lebih
bergantung pada peforma VGA belaka, 3D Mark2001 lebih
mampu mencerminkan kinerja keseluruhan sistem (prosesor,
motherboard, memory, videocard)
Meski benchmark ini dibuat jauh sebelum munculnya P4
3.2EE. Namun 3DMark2001 terbukti mampu memanfaatkan
adanya L3 cache sebesar 2MB pada P4 3.2EE. Ini
terlihat pada kinerja P4 3.2EE standard yg cukup jauh
diatas P42.4@3.3 yg notabene berjalan di CPU clock,
FSB, dan memory clock yg jauh lebih tinggi.
3DMARK 2003 (build 330)
. . Default 1024x768x32bit
P4 3.2 @ 3.6 (fsb277,mem185) +L3cache
GA: Auto (PAT off),CL2-5-2-2 $900 5286
P4 3.2 @ 3.6 (fsb225,mem180) +L3cache
GA: F1 (PAT on),CL2-5-2-2 5270
P4 3.2 (fsb200,mem200) +L3cache
GA: F1 (PAT on),CL2-5-2-2 5252
P4 2.4 @ 3.3 (fsb278,mem185)
GA: Turbo (PAT off),CL2-5-2-2 $160 5212
P4 2.4 @ 3.3 (fsb278,mem222)
GA: StRacer (PAT off),CL2-6-3-3 5210
P4 2.4 (fsb200,mem200)
GA: F1 (PAT on), CL2-5-2-2 5053
AXP1700@3300/2.3Ghz(fsb210,mem210)
CL2-5-2-2 $50 5039
Meskipun 3DMark 2003 adalah benchmark yg lebih
mencerminkan kinerja VGA, namun adanya L3 cache
sebesar 2MB pada P4 3.2EE jelas memberikan manfaat yg
terlihat pada hasil benchmark ini. P4 3.2EE standar
sekalipun belum bisa digoyahkan oleh P4 2.4C@3.3 yg
notabene berjalan di CPU clock, FSB, dan memory clock
yg jauh lebih tinggi.
Overclocking P4 3.2EE dan P4 2.4C dengan FSB tinggi
jelas memberikatan peningkatan kinerja. Sedangkan
menaikkan memory clok tidak memberikan peningkatan
apapun. Penggunaan memory clock tinggi (222MHz) dengan
timing lambat (CL2-6-3-3) justru malah akan memberikan
kinerja yg lebih rendah drpd memory clock rendah
(185MHz) namun timing gegas (CL2-5-2-2)
3DMARK 2003 (build 330) - CPU test
. . Default
P4 3.2 @ 3.6 (fsb277,mem185) +L3cache
GA: Auto (PAT off),CL2-5-2-2 $900 915
P4 3.2 @ 3.6 (fsb225,mem180) +L3cache
GA: F1 (PAT on),CL2-5-2-2 914
AthlonFX-51/2.2Ghz(fsb200,mem200)
VIA K8T800, Registered DDR $700 872
P4 3.2 (fsb200,mem200) +L3cache
GA: F1 (PAT on),CL2-5-2-2 840
P4 2.4 @ 3.3 (fsb278,mem185)
GA: Turbo (PAT off),CL2-5-2-2 $160 780
P4 2.4 @ 3.3 (fsb278,mem222)
GA: StRacer (PAT off),CL2-6-3-3 779
Athlon64 3200/2GHz (fsb200,mem200)
VIA K8T800 $500 760
AXP1700@3300/2.3Ghz(fsb210,mem210)
CL2-5-2-2 $50 642
P4 2.4 (fsb200,mem200)
GA: F1 (PAT on), CL2-5-2-2 600
3DMark 2003 CPU Test adalah benchmark yg mampu
mencerminkan kinerja CPU dalam menjalankan game-game
DirectX 9. Walaupun P4 3.2EE@3.6 berhasil memimpin di
posisi puncak, namun dalam keadaan standar prosesor
ini harus mengakui kehebatan Athlon FX-51. Sementara
itu, Athlon64 3200 terlihat kurang beruntung karena
prosesor seharga $500 ini babak belur dihajar oleh P4
2.4C@3.3 yg cuma seharga $160.
Sedangkan AthlonXP1700@3300 yg biasanya mampu
mempermalukan Athlon64 kini hanya bisa merangkak &
kelojotan dilantai seperti P4 2.4C standard.
KATEGORI 3: APLIKASI BISNIS/OFFICE
BENCHMARK SYSMARK 2002 - INTERNET CONTENT CREATION (ICC)
. . Default
P4 3.2 (fsb200,mem200) +L3cache
GA: F1 (PAT on),CL2-5-2-2 $900 442
P4 2.4 @ 3.3 (fsb278,mem185)
GA: Turbo (PAT off),CL2-5-2-2 $160 438
AthlonFX-51/2.2Ghz(fsb200,mem200)
VIA K8T800, Registered DDR $700 378
Athlon64 3200/2GHz (fsb200,mem200)
VIA K8T800 $500 357
P4 2.4 (fsb200,mem200)
GA: F1 (PAT on), CL2-5-2-2 346
AXP1700@3300/2.3Ghz(fsb210,mem210)
CL2-5-2-2 $50 298
Sysmark 2002 Internet Content Creation adalah
benchmark yg menggunakan aplikasi betulan untuk
menguji kinerja sistem. Aplikasi yg diujikan yaitu
Adobe Premiere, Microsoft Windows Media Encoder,
Macromedia Flash, dan Macromedia Dreamweaver.
Adanya L3 cache sebesar 2MB pada P4 3.2EE terbukti
memberikan peningkatan kinerja yg sangat signifikan.
Ini terlihat dari performa P4 3.2EE standard yg bahkan
belum bisa dikalahkan oleh P4 2.4C@3.3 yg notabene
berjalan di CPU clock, FSB, dan memory clock lebih
tinggi.
Keunggulan pasukan intel yg dibekali teknologi HT pada
benchmark ini sangat terasa. Athlon FX-51 seharga $700
bahkan tidak mampu mengalahkan prosesor Intel yg
termurah yaitu P4 2.4C@3.3. Performa yg disuguhkan
Athlon64 3200 juga hanya sedikit diatas P4 2.4C
standard.
Sementara itu AthlonXP 1700@3300 harus puas berada di
posisi paling hina
|