|
Radeon 9500 & 9700 adalah videocard yg
membawa ATI kepada puncak kejayaannya. Dengan harga yg lebih murah drpd
produk Nvidia dan kemampuan overclock yg lebih dahsyat, kedua videocard
ini adalah pasangan yg sanggup memporak-porandakan dinasti Nvidia,
sekaligus menutup peti mati Geforce 4.
Masih banyak orang mengira bahwa Nvidia adalah
penguasa utama di dunia videocard. Kata "Geforce" masih sering meluncur
dari bibir para konsumen komputer. Padahal selain Nvidia, juga ada ATI yg
akhir-akhir ini telah berhasil menelurkan videocard yg performanya
menghebohkan dunia. Banyak orang yg mengira bahwa ATI
adalah pemain baru. Padahal justru di dunia videocard ATI lebih dulu exist
dibanding Nvidia. Orang-orang lebih mengenal Nvidia karena produsen ini
memang berkonsentrasi di segment Retail, sedangkan ATI lebih
berkonsentrasi di pasar OEM & Notebook yg dari sisi bisnis
menghasilkan lebih banyak uang drpd sektor retail. Lihat saja, hampir
semua komputer built-up dan notebook menggunakan videocard ATI. Dari sini
saja sudah terlihat betapa besar ladang uang yg dimiliki ATI.
Namun semenjak 2 tahun terakhir ATI ikut terjun ke
pasar Retail, dan dampaknya langsung terasa kepada Nvidia. Dengan didukung
kekuatan finansial yg lebih besar & pengalaman yg lebih lama, cukup
mudah bagi ATI utk menghancurkan dominasi Nvidia dari pasar
retail. Runtuhnya dominasi Nvidia ini terbukti dari
laporan para analis ekonomi baru-baru ini yg menyatakan bahwa market-share
Nvidai mulai habis digerogoti oleh ATI.
Sebenarnya kepanikan yg melanda Nvidia sudah
dimulai ketika mereka sempat gagal mengejar kecanggihan teknologi
videocard ATI. Disaat Radeon 9500 & 9700 sudah beredar di pasaran,
produk baru Nvidia harus terhambat oleh berbagai macam kendala, mulai dari
problem panas hingga problem di proses produksi. Radeon
9700PRO sudah menjadi barang umum yg sudah lama beredar di pasaran, namun
hingga kini di pasaran hanya beredar GeforceFX 5200 dan 5600 yg
kemampuannya bahkan dibawah Radeon9500 dan Geforce4 Ti4600.
Belum selesai Nvidia menggembar-gemborkan GeforceFX
5800 Ultra (NV30), Radeon 9800PRO yg lebih unggul malah lebih dulu beredar
di pasaran. Kini utk mengejar ketertinggalannya Nvidia meluncurkan
GeforceFX 5900 Ultra (NV35), namun keberadaan videocard baru ini di
pasaran juga masih tanda tanya, mengingat akhir-akhir ini Nvidia selalu
TELAT meluncurkan produk baru di pasaran. Selain itu harganya yg mahal
($500 ke atas) tentu akan membuat keberadaannya cukup
jarang.
 Sapphire
Radeon 9500 & 9700 : Harganya murah dan kemampuan overcloknya
hebat Radeon 9500 =
$150 Radeon 9500PRO =
$190 Radeon 9700 =
$280 Radeon 9700PRO =
$380 |
Anehnya, di pasaran justru masih banyak
Geforce4 Ti 4200/4600 yg jelas-jelas saat ini ibarat daging busuk yg sudah
dikerumuni lalat. Konyolnya lagi, masih ada saja orang
yg berminat pada barang kadaluwarsa seperti Geforce 4 ini.
Setahun yg lalu Geforce4 Ti ini memang berhasil
mengalahkan Radeon 8500. Videocard buatan Nvidia ini sempat menjadi RAJA
untuk beberapa lama. Namun semenjak kehadiran Radeon 9500 & 9700,
Geforce4 Ti telah berubah menjadi seonggok mayat yg menyebarkan hawa
busuk. Hanya konsumen yg mengalami gangguan panca indera
yg ngotot memasukkan Geforce4 Ti ke dalam komputernya.
Beberapa orang masih juga menyangsikan apakah
Radeon 9500 masih sanggup mengalahkan Geforce4 Ti 4600. Kita lihat saja
nasibnya pada benchmark yg akan dibahas lebih lanjut...
SAPPHIRE: RAJA
OVERCLOCK
Selain ATI sendiri, cukup banyak produsen lain
yg membuat videocard Radeon. Nama-nama seperti Hercules, Gigabyte,
Powercolor, Tyan, FIC adalah beberapa diantaranya. Namun produsen yg
terkenal akan kemampuan overclock dan harga yg terjangkau adalah
Sapphire. Hampir sebagian besar overclocker menggunakan
videocard buatan Sapphire. Meski harganya lebih murah dibanding yg lain,
namun sudah terbukti bahwa kemampuan overclocknya
hebat. Sapphire bahkan sempat membuat Radeon 9500 yg
menggunakan board Radeon 9700, yg akhirnya membuat ATI kalang kabut karena
Radeon 9500 tersebut dapat dirubah menjadi Radeon 9700. Walaupun ATI
akhirnya melarang keras tindakan seperti itu, namun ini telah membuktikan
dedikasi Saphire terhadap kaum overclocker.
Saya lebih menyarankan membeli Radeon 9500 /
Radeon 9700 utk dioverclock. Radeon 9500PRO tidak saya sarankan karena
performa Radeon 9500PRO dapat mudah anda dapatkan dgn Radeon 9500 yg
harganya lebih murah. Anda juga dapat merubah Radeon 9500 menjadi Radeon
9500PRO. Dengan membeli Radeon 9500 anda akan menghemat
$40. (Radeon 9500PRO lebih mahal $40). Begitu pula
Radeon 9700PRO tidak saya sarankan sebab selain sangat mahal, Radeon 9700
dapat DENGAN MUDAH dirubah menjadi 100% sama dengan Radeon
9700PRO. Dengan membeli Radeon 9700 anda akan menghemat
$100 (Radeon 9700PRO lebih mahal $100).
RADEON 9500 & 9700: WAJAH SANG
PEMBUNUH
 Sapphire
Radeon 9700 |
Bagi yg belum pernah menyaksikan Radeon 9500
& 9700, pada gambar disamping anda dapat melihat foto Radeon 9700
buatan Sapphire yg warnanya sama seperti warna board BBA (Built By
ATI). Seperti telah saya katakan sebelumnya, Sapphire
juga mengeluarkan Radeon 9500 yg menggunakan board 9700, bentuknya juga
sama persis seperti foto disamping.
Pada gambar dibawah anda bisa lihat spesifikasi
teknis Radeon 9500, 9500PRO, 97800, 9700PRO. Semua seri
Radeon tesebut menggunakan core yg sama, yaitu core R300 yg bentuknya
mirip PIII Coppermine & AthlonXP.
 Spesifikasi teknis Radeon 9500, 9500
Pro, 9700, 9700 Pro |
 Jenis
memory interface : 256-bit (L-Shape) & 128-bit
(I-shape) |
Perbedaan mendasar Radeon seri 9500 dengan 9700
adalah memory interfacenya. Radeon 9500 & 9500PRO menggunakan memory
interface 128-bit (sama seperti Geforce 4 Ti). Sedangkan Radeon 9700 &
9700PRO menggunakan memory interface 256-bit. Jenis
memory interface yg dipakai bisa dilihat dari struktur penempatan memory
pada videocard. Anda dapat melihat perbedaanya pada gambar disamping
kanan...
Seperti telah dikatakan sebelumnya, Sapphire
juga membuat Radeon 9500 yg menggunakan memory interface 256-bit
(menggunakan board Radeon 9700). Walapun akhirnya dilarang oleh ATI, namun
Radeon 9500 jenis ini sempat beredar di pasaran
Indonesia. Semenjak dilarang oleh ATI, Radeon 9500 yg
diproduksi Sapphire akhirnya menggunakan board asli Radeon 9500 (memory
interface 128-bit). Jadi tipe inilah yg nanti paling banyak ditemukan di
pasaran.
Untuk lebih memahami perbandingan spesifikasi
teknis antara seri-seri Radeon dengan Geforce4, dapat anda simak pada
tabel dibawah ini....
|
Radeon 9800
PRO |
Radeon 9700
PRO |
Radeon 9700 |
Radeon 9500
PRO |
Radeon
9500 |
Geforce
4 Ti 4600 |
Radeon 8500
|
| Harga |
$425 |
$380 |
$270 |
$180 |
$160 |
>$220 |
<$100 |
| Core name |
R350 |
R300 |
R300 |
R300 |
R300 |
NV25 |
R200 |
| Manufacturing
process |
0.13 |
0.15 |
0.15 |
0.15 |
0.15 |
0.15 |
0.15 |
| Jumlah
transistor |
- |
110 juta |
110 juta |
110 juta |
110 juta |
63 juta |
60 juta |
| Core clock |
380 MHz |
325 MHz |
275 MHz |
275 MHz |
275 MHz |
300 MHz |
275 MHz |
| Memory clock |
340 MHz DDR |
310 MHz DDR |
270 MHz DDR |
270 MHz DDR |
270 MHz DDR |
325 MHz DDR |
275 MHz DDR |
| Memory type |
2.8ns |
2.8ns |
2.8ns / 3.3ns /
3.6ns |
3.3ns / 3.6ns |
3.3ns / 3.6ns |
2.8ns |
3.3 ns |
| Memory size |
128MB 256MB |
128MB 256MB |
128MB 256MB |
128MB |
64MB 128MB |
128MB |
64MB 128MB |
| Memory
interface |
256-bit |
256-bit |
256-bit |
128-bit |
128-bit 256-bit * *diskontinyu |
128-bit |
128-bit |
| Memory
bandwith |
21.7 GB/s |
19.8 GB/s |
17.2 GB/s- |
8.6 GB/s |
8.6 GB/s |
10.4 GB/s |
8.8 GB/s |
| Memory
optimization |
HyperZ
III+ (improved) |
HyperZ III |
HyperZ III |
HyperZ III |
HyperZ III |
LMA II |
HyperZ II |
| Rendering
pipeline |
8 |
8 |
8 |
8 |
4 |
4 |
4 |
| Texture unit per
pipe |
1 |
1 |
1 |
1 |
1 |
2 |
2 |
| Texture per texture
uni |
8 |
8 |
8 |
8 |
8 |
4 |
3 |
| Vertex shader
unit |
4 |
4 |
4 |
4 |
4 |
2 |
2 |
| Pixel Shader
version |
2.0 (F-buffer) |
2.0 |
2.0 |
2.0 |
2.0 |
1.3 |
1.4 |
| Vertex shader
version |
2.0 (F-buffer) |
2.0 |
2.0 |
2.0 |
2.0 |
1.1 |
1.1 |
| DirectX version |
9++ |
9.0 |
9.0 |
9.0 |
9.0 |
8.0 |
8.1 |
| AGP support |
1,2,4,8X |
1,2,4,8X |
1,2,4,8X |
1,2,4,8X |
1,2,4,8X |
1,2,4,8X |
1,2,4X |
Pada tabel diatas dapat anda lihat bahwan
Radeon 9500, 9500PRO, 9700, dan 9700PRO menggunakan core yg sama yaitu
R300. Sedangkan Radeon 9800PRO menggunkan core R350. Pada dasarnya core
R350 hampir sama dengan R300, selain itu performa R350 pada clock yg sama
juga mirip dgn R300. Hanya saja pada R350 ada beberapa penyempurnaan
feature (SmartShader 2.1 & SmoothVision 2.1), sehingga tingkat
efisiensinya lebih bagus dalam keadaan FSAA enabled.
Harga Radeon 9800PRO dan R9700PRO masih terlalu
mahal dan kurang menguntungkan untuk dibeli, sebab dibawah ini akan
dijalaskan cara utk mendapatkan performa kedua videocard mahal tsb dengan
hanya menggunakan Radeon 9500 & 9700.
OVERCLOCKING RADEON 9500: 2 JENIS CARD,
4 TAKDIR BERBEDA
 Kalaupun
Radeon9500 gagal dijalankan dengan 8-Pipeline, dengan 4-Pipeline
anda dapat mengoverclocknya cukup tinggi sehingga performanya masih
bisa melewati Radeon 9500PRO standar
(8-Pipeline) |
Radeon 9500 merupakan kasta terendah &
termurah pada seri Radeon berbasis core R300. Yang
membuatnya cukup hina adalah karena core-nya hanya berjalan dengan
4-Pipeline rendering saja. Karena pada semua R300 tiap
pipeline-nya hanya memproses 1 texture saja, maka dengan kondisi 4
pipeline kinerja Radeon 9500 di atas kertas seolah dibawah Geforce4 Ti4600
yg meski juga memiliki 4 Pipeline tapi mampu memproses 2 texture per
pipeline. Namun itu semua diatas kertas, sebab dalam
kenyataannya anda nanti akan dapat meruntuhkan dinasti Geforce4 dengan
menggunakan videocard Radeon ber-kasta rendah ini.
Ada 2 jenis Radeon 9500: 1.
Radeon9500 dengan board Radeon 9700. Karena menggunakan
board Radeon 9700 maka memory interfacenya 256-bit (L-shape). Produsen
videocard yg membuat jenis Radeon 9500 seperti ini adalah Sapphire. Karena
ATI telah MELARANG penggunaan board Radeon 9700 pada Radeon9500, maka
keberadaan Radeon 9500 jenis ini sudah sangat
langka. 2. Radeon9500 dengan
board resmi Radeon9500. Ini adalah tipe yg akan paling
banyak ditemui, karena board dgn memory interface 128-bit (I-shape) memang
secara official ditujukan untuk seri Radeon 9500 & Radeon
9500PRO.
Terhadap 2 jenis Radeon9500 tersebut, dapat
dilakukan tindakan SoftMod R9500toR9700, yaitu suatu trik secara
Software/Driver yg dapat mengaktifkan semua pipeline pada core Radeon
9500. Dengan begitu core yg semula jalan 4 Pipeline akan berjalan
8-Pipeline seperti pada Radeon 9500PRO, Radeon 9700, dan
Radeon 9700PRO. Softmod dimungkinkan karena mulai
dari Radeon 9500 hingga Radeon9700PRO sebenarnya menggunakan core yg SAMA.
Hanya saja pada core Radeon9500 cuma 4-Pipeline yg dijalankan. Konon core
yg belum/tidak lolos uji 8-pipeline, dibuang oleh ATI ke Radeon 9500. Bila
core tersebut memang telah diuji dan rusak sebagian pipeline-nya, maka
besar kemungkinan anda akan mendapat artifact atau bahkan hang ketika
Softmod dilakukan. Tapi bila itu adalah core yg belum diuji, maka bisa
saja core tsb 8-Pipeline-nya berfungsi sempurna. Bila situasi terakhir ini
yg terjadi, maka dengan SoftMod anda akan dapat menjalankan 8-Pipeline dgn
sempurna (bebas artifact).
Untuk melakukan Soft-Mod seperti diaats anda
harus melakukan patch pada driver Catalyst yg akan diinstall, sedangkan
utk melakukan overclock ada berbagai macam software yg bisa dipakai antara
lain: Riva Tuner, Powerstrip, Rage 3D Tweak, Radeonator,
dll.
Karena terdapat 2 jenis Radeon 9500 (board
128-bit & 256-bit), maka ada 4 kemungkinan hasil softmod &
overclocking yg dapat anda capai, yaitu:
1. Radeon 9500 berhasil menjadi Radeon
9700. Kemungkinan ini hanya bisa didapat bila
anda mendapat Radeon9500 dgn board 256-bit (keberadaannya sangat
langka). Dengan melakukan Soft-Mod R9500to9700 maka core
yg semula 4-Pipeline akan menjadi 8-Pipeline. Bila setelah menjadi
8-Pipeline ternyata tidak terdapat artifact, berarti anda telah sukses
mendapat Radeon 9700 dengan clock default
275/270. Peluang utk mendapatkan hasil seperti ini cukup
kecil mengingat jarangnya Radeon 9500 dgn board 256bit.
2. Radeon 9500 berhasil menjadi Radeon
9700PRO Kemungkian ini hanya bisa didapat bila
anda mendapat Radeon9500 dgn board 256-bit. (keberadaannya sangat
langka). Dengan melakukan Soft-Mod R9500to9700 maka core
yg semula 4-Pipeline akan menjadi 8-Pipeline. Bila setelah menjadi
8-Pipeline ternyata tidak terdapat artifact dan setelah clock digenjot ke
325/310 juga tidak terdapat artifact, berarti anda telah sukses mendapat
Radeon 9700Pro !!. Peluang utk mendapatkan hasil seperti
ini SANGAT KECIL, sebab selain langkanya Radeon 9500 dgn board 256bit,
juga belum tentu semuanya dapat berhasil dioverclok ke 325/310.
3. Radeon 9500 berhasil menjadi Radeon
9500PRO Kemungkinan ini hanya bisa didapat bila
anda mendapat Radeon 9500 dgn board 128-bit. Dengan
melakukan Soft-Mod R9500to9700 maka core yg semula 4-Pipeline akan menjadi
8-Pipeline. Bila setelah menjadi 8-Pipeline ternyata tidak terdapat
artifact, berarti anda telah sukses mendapat Radeon 9500PRO dengan clock
default 275/270. Peluang utk mendapatkan hasil seperti
ini tidak terlalu kecil, sebab kebanyakan Radeon 9500 yg beredar di
pasaran menggunakan board 128-bit. Jadi dengan keberadaan yg banyak tsb,
anda bisa bebas mencoba-coba hingga menemukan videocard mana yg core-nya
bisa jalan 8-Pipeline.
4. Radeon 9500 berhasil menjadi
"setara" Radeon 9700. Kemungkinan ini bisa
terjadi bila anda mendapat Radeon 9500 dgn board 128-bit/256-bit yg gagal
jalan 8-Pipeline. Ini adalah kemungkinan yg paling
sering terjadi, karena bila dalam proses produksinya ATI menemukan core yg
bermasalah ketika dijalankan 8-Pipeline, maka core tersebut akan mereka
"buang" ke Radeon 9500. Bila anda gagal melakukan
Soft-Mod R9500to9700 (muncul artifact/hang pada kondisi 8-Pipeline),
janganlah berkecil hati. Sebab biasanya dalam kondisi 4-Pipeline,
kemampuan overclok core&memory justru menjadi sangat tinggi, bahkan
bisa mencapai 410/317MHz. Memang dengan clock setinggi
itu belum tentu bisa menang melawan kondisi 8-Pipeline dgn clock lebih
rendah. Tapi paling tidak dengan kondisi clock 410/317 & 4-Pipeline,
performanya hampir menyamai Radeon 9700 standard, yg berarti diatas
performa Radeon 9500PRO standard.
Walaupun ada 4 kemungkinan yg bisa terjadi pada
Radeon9500, namun ke-empatnya dijamin akan memberikan performa yg tetap
bisa membasmi seluruh dinasti Geforce4 hingga ke
akar-akarnya.
OVERCLOCKING RADEON 9700: DIJAMIN
MENGHEMAT UANG 1 JUTA RUPIAH
 Setelah
Radeon9700 di-Flash menggunakan BIOS Radeon 9700PRO, clock default
menjadi 325/310 (menjadi Radeon
9700PRO) |
Bila kemampuan overclock Radeon 9500 sudah
hebat, mungkin anda berpikir kenapa harus membeli Radeon 9700 yg harganya
lebih mahal. Perlu diketahui bahwa tidak semua Radeon
9500 dapat berjalan dengan benar bila 8-Pipeline
diaktifkan. Kemungkinan untuk mendapatkan Radeon 9500 yg dapat dijalankan
sebagai Radeon 9500PRO (8-Pipeline) adalah
50%. Sementara itu kemungkinan mendapatkan Radeon 9500
yg dapat dijalankan sebagai Radeon 9700 sangat kecil, mengingat ATI telah
melarang penjualan Radeon 9500 yg menggunakan board
Radeon9700.
Bila ingin mendapat peluang keberhasilan yg
lebih besar, saya lebih menyarankan membeli Radeon 9700. Meski harganya
lebih mahal drpd Radeon 9500, namun Sapphire Radeon 9700 PASTI dapat
dirubah menjadi Radeon 9700PRO. Bukan hanya sekedar
"bisa dioverclock" menjadi Radeon 9700PRO saja, tapi benar-benar 100%
BERUBAH menjadi Radeon 9700PRO !!! Harga Radeon 9700PRO
lebih mahal $100 dibanding Radeon 9700. Jadi dengan membeli Radeon 9700
anda mendapat Radeon 9700PRO !! Caranya cukup dengan
melakukan Flash BIOS menggunakan BIOS Radeon 9700PRO, maka Radeon 9700
akan berubah menjadi Radeon 9700PRO. Clock defaultnya
yg semula 275/270 akan menjadi 325/310 dan setelah itu kemampuan
overcloknya juga akan menjadi seperti Radeon
9700PRO. Bila beruntung, anda dapat mengoverclock
Radeon9700 tersebut menjadi setara Radeon9800 (380/340) bebas artifact.
Kalaupun sial, minimal anda tetap akan dapat mencapai clock
360/340.
Perlu diketahui bahwa bila anda tidak melakukan
Flash BIOS menggunakan BIOS Radeon 9700PRO, maka kemampuan overclock
Radeon9700 menjadi kurang baik. Hal ini dapat dijelaskan lebih lanjut di
bawah ini...
MISTERI BIOS & CLOCK MEMORY: SEJARAH
YG TERULANG KEMBALI
 Samsung
2.8ns paling oke : Memory 2.8ns yg juga dipakai di Radeon9700PRO ini
dapat ditemukan di beberapa Radeon9700. Clocknya dijamin dapat
mencapai 340MHz
lebih. |
Dalam mengoverclock Radeon 9700, tindakan Flash
BIOS menggunakan BIOS Radeon 9700PRO adalah suatu KEHARUSAN.
Pada dasarnya Radeon 9700 dan 9700PRO adalah barang yg
SAMA PERSIS. Yang membedakannya hanyalah BIOS dan jenis memory
saja. Jadi bila anda mendapatkan Radeon 9700 yg
menggunakan memory yg sama dengan Radeon 9700PRO (Samsung 2.8ns) maka
cukup dengan merubah BIOS-nya saja anda sudah mendapat Radeon
9700PRO.
Sekalipun Radeon 9700 menggunakan memory 2.8ns,
namun bila masih menggunakan BIOS Radeon 9700, maka clock memory tetap
akan sulit mencapai 340MHz. Padahal secara teori Samsung 2.8ns pasti bisa
berjalan 340MHz. Ini dikarenakan ATI melakukan
pembatasan kemampuan clock memory di dalam BIOS Radeon9700.
Oleh karena itu, supaya clock memory bisa menembus
340MHz ke atas, maka anda harus memakai BIOS Radeon
9700PRO. Sebenarnya tindakan seperti ini mirip seperti
yg dilakukan ATI di jaman Radeon 8500. Saat itu Radeon 8500LE (versi Lite)
akan lebih mudah dioverclok bila sudah di-flash dengan BIOS Radeon 8500
(versi Retail). Tampaknya sejarah memang terulang
kembali.
Bila anda lihat pada gambar si samping kanan,
terlihat 3 jenis memory yg sering digunakan pada Radeon 9700. Sebaiknya
pilih Radeon 9700 yg menggunakan memory Samsung 2.8ns, sebab ini adalah
memory yg juga dipakai pada Radeon 9700PRO. Secara
teoritis, Samsung 2.8ns mampu berjalan di 358MHz. Jadi untuk berjalan di
memory clock Radeon 9800PRO (340MHz) adalah sesuatu yg SANGAT
MUDAH. Radeon 9700 yg menggunakan memory Samsung 2.8ns
ini, dijamin 100% dapat menjadi Radeon 9700PRO
(325/310)
Sedangkan Infineon 3.3 ns secara teoritis mampu
berjalan di 303MHz. Jadi masih ada kemungkinan memory ini mampu berjalan
stabil di clock default Radeon 9700PRO (310MHz). Namun untuk berjalan di
atas 340MHz belum tentu bisa.
Hynix (Hyundai) 3.6ns adalah jenis memory yg
paling HINA utk Radeon 9700. Memory laknat ini secara teoritis hanya mampu
berjalan di 270MHz saja. Jadi utk berjalan diatas 340MHz tentu HARUS
DIIRINGI DOA.
 Radeon9700 dapat berjalan pada clock
Radeon 9800 PRO |
Bila anda ingin mendapatkan performa setara
Radeon 9800PRO maka pastikan memory yg anda gunakan adalah Samsung
2.8ns. Setelah melakukan Flash menggunakan BIOS Radeon
9700PRO, coba naikkan clock core/mem hingga 380/340MHz. Dengan Samsung
2.8ns, menaikkan clock memory ke 340MHz adalah sesuatu yg MUDAH, namun
menaikkan clock core ke 380MHz mungkin memerlukan keberuntungan.
Rata-rata kemampuan overclock core berkisar
350MHz-380MHz (bebas artifact & tanpa modifikasi
voltase) Sedangkan rata-rata kemapuan overclock memory
Samsung 2.8ns berkisar 340-360MHz (bebas artifact & tanpa modifikasi
voltase). Perlu diketahui bahwa kemampuan overclock
rata-rata Radeon 9700PRO juga sama seperti itu, sebab memang tidak ada
bedanya antara Radeon 9700 dengan Radeon 9700PRO. Bila
anda sudah menggunakan BIOS Radeon 9700PRO, maka Radeon 9700 milik anda
sudah bisa dianggap menjadi RADEON 9700PRO, dan bahkan bisa dijual sebagai
Radeon 9700PRO, karena memang bentuk fisiknya 100% sama
!!
Beda harga Radeon9700 dengan Radeon 9700PRO
mencapai $100, dan perbedaannya HANYALAH pada BIOS saja !I
Hanya dengan melakukan Flash BIOS perbedaan tersebut
sudah tidak ada lagi. Bila anda beruntung, anda bisa
menjalankan clock core Radeon 9700 ke 380MHz, ini berarti anda
menjalankannya seperti Radeon 9800PRO yg harganya lebih mahal
$200.
Dengan modifikasi voltase, clock core &
memory tentunya dapat lebih tinggi lagi. Tapi hal ini selain beresiko juga
dapat menghilangkan garansi (bila ketahuan). Jadi ada baiknya bila anda
memilih Radeon9700 yg tanpa diapa-apakan sudah tinggi kemampuan overclock
core & memorynya. Paling tidak, pastikan memory yg digunakan adalah
Samsung 2.8ns. Jangan mau menerima Radeon 9700 yg menggunakan memory Hynix
3.6ns !
KECEMASAN ATI: 4 MOBIL DENGAN 1 MESIN YG
SAMA
Seperti telah dibahas diatas, ATI membatasi
kemampuan overclock pada BIOS videocard. Bila anda belum mengganti
BIOSnya, biasanya anda bahkan tidak dapat melakukan overclocking sama
sekali. Jadi meskipun slider clock anda naikkan, slidernya akan kembali
lagi ke clock default begitu anda mulai menjalankan aplikasi
3D. Namun tentu saja, setlah melakukan Flash BIOS anda
dapat bebas melakukan overclock.
Mungkin anda heran kenapa ATI terkesan begitu
takut bila videocardnya dioverclock? Sebenarnya ketakutan ini
disebabkan karena ATI menggunakan core yg sama persis (R300) pada ke-4
jenis produknya yaitu Radeon 9500, 9500PRO, 9700, dan 97000PRO. Padahal
kita tahu selisih harga antara Radeon 9500 dgn 9700PRO sekitar $250
!! Penggunanan core yg sama ini dilakukan semata utk mempermudah &
mempercepat proses produksi. Jadi cukup dengan 1 cetakan core saja, dapat
dibuat 4 produk yg berbeda. Cara seperti inilah yg membuat proses produksi
ATI berlangsung lebih cepat & efisien dibanding
Nvidia.
Cara produksi yg dilakukan ATI ini ibarat
sebuah produsen mobil yg hanya membuat 1 jenis mesin racing
canggih saja, tapi mesin tsb digunakan utk 4 tipe mobil yg berbeda,
yaitu Mobil Sport mewah, Sedan Keluarga, Mobil Niaga, dan Oplet. Ke-4
mobil tersebut harganya berbeda-beda. Dan untuk membuat supaya
kecepatannya berbeda, produsennya menggunakan alat pembatas
kecepatan. Jadi meskipun tipe Oplet sebenarnya juga menggunakan
mesin racing canggih, tapi karena dipasang alat pembatas
kecepatan maka kecepatan maximalnya cuma 60km/jam. Andaikan orang-orang
mampu melepas alat pembatas kecepatan tsb dgn mudah, maka produsen mobil
ini tentunya akan kalang kabut, sebab kecepatan Oplet murah tsb akan jadi
sama seperti tipe Mobil Sport mewah. Kalau sudah begitu orang-orang akan
tentu akan membeli Oplet yg harganya lebih murah, lalu melepas pembatas
kecepatannya. Kecemasan seperti itulah yg menghantui ATI. Karena ke-4
produknya menggunakan core yg SAMA PERSIS, mereka juga harus membuat
penghambat kecepatan & penghambat overclock pada videocard
mereka.
Supaya ke-4 produk ATI tersebut berbeda
kecepatannya, ATI membatasi kecepatannya dengan melalui BIOS dan juga
melalui resistor yg dapat mengurangi tegangan core & memory. Pada
Radeon 9500 biasanya ATI membuat voltase memory lebih rendah (2.7V)
dibanding voltase memory pada Radeon 9700 (2.9V). Jadi kalapun Radeon 9500
menggunakan tipe memory yg sama dgn Radeon 9700, memory pada Radeon 9500
tersebut jadi lebih sulit utk digenjot lebih tinggi. Untuk mengatasi ini
tentunya anda harus melakukan modifikasi voltage. Sementara itu pada
Radeon 9700, ATI biasanya menghambat kemampuan overclocknya melaui BIOS.
Sedangkan tegangan memorynya biasanya masih sama dengan Radeon 9700PRO.
Jadi cara mengatasinya cukup dengan melakukan Flash BIOS
saja.
TEMPERATUR : TIDAK AKAN SEPANAS
GEFORCE
 Bila
ingin lebih dingin, cukup beri fan tambahan seperti pada foto, tidak
perlu penggantian Heatsink & penambahan Ramsink yg
mahal. |
Dalam hal temperatur, videocard buatan ATI
selalu lebih dingin dibanding Nvidia. Di masa lalu sudah
terbukti bahwa Radeon8500 dgn suhu yg lebih adem sanggup mengalahkan
Geforce3 Ti 500. Dari masa ke masa, panas selalu menjadi masalah pada
videocard Nvidia. Bahkan tertundanya GeforceFX 5800 Ultra juga disebabkan
karena faktor panas. Makanya videocard high-end keluaran Nvidia selalu
menggunakan heatsink raksasa. Meskipun terlihat keren, tapi penggunaan
heatsink raksasa ini justru menujukkan KETOLOLAN Nvidia dalam mengatasi
masalah panas. Dengan penggunaan heatsink raksasa
semacam itu biaya produksi justru menjadi lebih tinggi, dan akibatnya
harga jualnya juga ikut tinggi. ATI lebih piawai dalam menciptakan chip
grafis yg lebih bertenaga tapi lebih dingin drpd chip buatan
Nvidia. Mulai dari Radeon 9500 hingga 9700PRO hanya menggunakan
heatsink & fan sederhana. Dalam mengoverclock Radeon 9500 &
9700 kita sama sekali tidak perlu mengganti Heatsink ataupun memberi
Ramsink. Sebab Radeon9700PRO juga masih menggunkan heatsink yg sama dgn
Radeon 9500, bahkan Radeon 9800PRO yg berjalan di clock 340/310 saja
heatsink-nya juga masih terlihat biasa-biasa saja. Ini artinya chip ATI
Radeon memang tidak terlalu panas. Penggantian Heatsink &
penambahan Ramsink hanya diperlukan jika anda melakukan modifikasi voltage
(dengan cara menyolder resistor tambahan pada videocard).
Kalau anda sudah melakukan modifikasi voltase pada
core, sebaiknya mengganti heatsink dengan waterblock VGA
(watercooling). Bila anda tidak melakukan modifikasi
voltase, maka penggantian heatsink & pemberian Ramsink tidak akan
membawa pengaruh apapun selain pemborosan uang.
Banyak orang berpikir bahwa pemberian Ramsink
pada memory akan menghilangkan artifact. Itu tidak benar, sebab kalau
memang muncul artifact berarti memory memang tidak kuat lagi utk
dioverclock. Dalam situasi seperti ini pemberian Ramsink hanyalah tindakan
SIA-SIA yg memboroskan uang. Untuk menghilangkan
artifact bukanlah dengan Ramsink, tapi dengan memodifikasi voltase memory.
Kalau voltase memory dinaikkan barulah anda membutuhkan Ramsink supaya
memory tidak panas. Jadi hilangnya artifact bukan disebabkan karena
penggunaan Ramsink, tapi karena modifikasi voltase yg
dilakukan. Intinya, Ramsink hanya diperlukan jika anda
memodifikasi voltase memory (dengan cara menyolder resistor tambahan pada
videocard), kalau anda hanya sekedar meng-overclock saja tidak perlu
menggunakan Ramsink.
Bila ingin mendinginkan secara praktis &
efektif, cukup pasang sebuah fan 12cm Nidec BetaV seharga 50 ribu didepan
videocard. Efeknya akan jauh lebih baik drpd anda menghabiskan uang
ratusan ribu utk membeli Heatsink & Ramsink.
ANTI-ALIASING (FSAA) : KEINDAHAN YG
SERING DIABAIKAN
 FSAA:
Tanpa Anti Aliasing kualitas gambar terlihat
kasar |
FSAA merupakan fasilitas yg membuat garis-garis
diagonal diperhalus, sehingga tidak tampak bergerigi. Pada ATI Radeon
9500/9700 Anda dapat mengatur setting FSAA mulai dari FSAA 2X hingga yg
paling halus yaitu FSAA 6X. Videocard keluaran terbaru
rata-rata sudah mendukung FSAA.
Namun anehnya masih banyak orang yg tidak
mengaktifkan FSAA pada videocard mereka. Padahal bila anda melihat gambar
disamping, jelas terlihat bahwa FSAA sangat memperhalus tampilan
gambar.
Rasa enggan utk menggunakan FSAA disebabkan
karena selama ini orang-orang kebanyakan menggunakan videcard Geforce yg
notabene kinerjanya akan menurun drastis bila FSAA diaktifkan. Efek
buruk seperti itu tidak terjadi pada ATI Radeon 9500/9700, sebab dengan
videocard ini anda masih dapat menikmati framerate yg lumayan tinggi
meskipun dengan FSAA. Pada bagian benchmark nanti anda dapat lihat
bahwa meski dengan FSAA 4X sekalipun, framerate Quake3 masih dapat
mencapai 250fps !!!
Pada umumnya orang-orang masih berpatokan pada
performa sebuah videocard dalam keadaan FSAA dimatikan. Padahal sebenarnya
performa videocard dalam kondisi FSAA diaktifkan justru lebih patut
diperhatikan. Sebab apa gunanya framerate cepat bila tampilan
gambarnya kasar (tanpa FSAA) ??? Sama seperti apa gunanya punya
mobil yg bisa lari kencang tapi tanpa AC ???. Fungsi FSAA sama
seperti fungsi AC pada mobil. Keduanya sama-sama memberikan
KENYAMANAN. Memang tanpa FSAA framerate akan lebih tinggi, sama halnya
seperti mobil juga dapat lari lebih kencang bila AC dimatikan. Pada
acara-acara tertentu seperti adu balap mobil di malam minggu, cukup wajar
bila AC mobil dimatikan supaya bisa lari lebih kencang. Tapi utk pemakaian
sehari-hari tentunya SANGAT KONYOL bila anda ngotot untuk tidak memakai
AC. Bahkan pelacur jalanan saja akan ngomel-ngomel
bila naik mobil yg AC-nya mati. Oleh karena itu,
demi kenyamanan mata, maka sudah sewajarnya pula bila FSAA diaktifkan
dalam bermain game sehari-hari, dan bila sebuah videocard jalannya menjadi
tersendat-sendat bila FSAA diaktifkan, maka berarti engine videocard
tersebut hanya sekelas mesin Bajaj yg memang tidak kuat bila dipasangi
AC.
PENGUJIAN :
Pengujian dilakukan dengan benchmark dari 2
macam kategori: 1. Kategori Synthetic Benchmark: 3DMark 2003, Battle of
Proxycon, Mother Nature, 3DMark 2001, Nature, Single & Multitexturing
Fillrate test, Code Creatures 2. Kategori Real World
benchmark: Quake3, Unreal Tournament 2003
Pada kategori 1, pengujian yg digunakan tidak
menggunakan FSAA. Karena pada benchmark sintetis, biasanya yg lebih
diutamakan adalah tingginya performa. Sedangkan pada
Kategori 2, pengujian yg dilakukan mulai dari tanpa FSAA, FSAA2X, FSAA 4X,
FSAA6X, hingga menggunakan 8X Anistropic Filtering. FSAA digunakan
pada kategori 2, agar dapat mencerminkan performa sewaktu memainkan game
dengan mengutamakan kualitas gambar (dengan FSAA).
 Setting
driver |
Pada display properties, setting texture/mipmap
yg saya gunakan utk mode Direct3D & OpenGL adalah High Quality.
Bagi saya, pengujan dgn mode High Quality adalah
KEHARUSAN. Sebab logikanya, buat apa kita beli videocard canggih bila kita
menggunakan setting Low Quality???]
BENCHMARK
PLATFORM:
CPU: - Pentium4 1.8@2.7GHz
(FSB150, memory 200)
CPU Cooler : - Silverprop
waterblock + Masturbatorium Cooling Tower
Motherboard - ASUS
P4PE
Memory DDR : 512 MB Kingston
PC3200 (Winbond BH-5)
Harddisk: 40GB Maxtor ATA133-
7200RPM
Videocard: - Sapphire Radeon 9500 (Infineon 3.3ns) 256-bit board
(jalan 4-Pipeline) - Sapphire Radeon 9500 (Infineon 3.3ns) 128-bit board
(dijalankan 8-Pipeline dengan
Soft-Mod)) -
Sapphire Radeon 9700 (Samsung
2.8ns) - MSI
Geforce4 Ti4600 128MB
Driver: - ATI Catalyst
3.1 - Nvidia Detonator 43.45
Windows XP Professional
SP1 DirectX 9.0
NOTE: - Pada
semua videocard, overclocking dilakukan TANPA melakukan modifikasi voltase
(V-Mod) atau modifikasi hardware apapun. - Pada Radeon 9500-128bit
hanya dilakukan Soft-Mod utk mengaktifkan 8-Pipeline (tidak ada modifkasi
apapun pada hardware) - Pada Radeon 9700 tidak dilakukan Soft-Mod
Radeon 9800, yg dilakukan hanyalah mengoverclok ke clock Radeon 9800PRO
saja (380/340). Dengan melakukan Soft-Mod Radeon 9800 hasilnya tentu bisa
lebih tinggi lagi dari yg tertera di hasil benchmark.
| KATEGORI
1: |
SYNTHETIC
BENCHMARK |
3DMARK 2003 (NO FSAA)
|
. . Default 1024x768x32bit |
| Radeon 9700 @ 9800PRO
(380/340) |
|
| Radeon 9700
(358/344) |
|
| Radeon 9700
(358/303) |
|
| Radeon 9700 @ 9700PRO
(325/310) |
|
| Radeon 9500 (358/317) -
8P,128bit |
|
| Radeon 9700 STANDARD
(275/270) |
|
| Radeon 9500 (411/317) -
4P |
|
| Radeon 9500 @ 9500PRO (275/270)
-8P |
|
| Radeon 9500 STANDARD
(275/270) |
|
| Geforce 4 Ti4600 STANDARD
(300/325) |
|
3DMark2003 merupakan benchmark yg
menggunkan feature-feature 3D terbaru (DirectX 9). Disini terlihat jelas
betapa perkasanya Radeon 9500 & 9700, sementara itu Geforce4 Ti4600
hanya bisa menggelinjang di posisi paling bawah. Radeon
9500 dengan 4-Pipeline yg dioverclok masih sanggup utk mengalahkan
performa Radeon 9500PRO standard. Namun bila anda
berhasil menyalakan 8-Pipeline pada Radeon 9500, maka anda bisa
mengalahkan performa Radeon 9700 standard. Pada Radeon
9700, peningkatan clock memory dari 303MHz ke 344MHz terlihat mampu
memberikan peningkatan score sebanyak 122 point. Namun peningkatan
terbanyak akan anda dapat bila menaikkan clock core ke 380MHz (setara
clock Radeon 9800PRO)
3DMARK 2003 - GAME
2:BATTLE OF PROXYCON (NO FSAA)
|
. . Default 1024x768x32bit |
| Radeon 9700 @ 9800PRO
(380/340) |
|
| Radeon 9700
(358/344) |
|
| Radeon 9700
(358/303) |
|
| Radeon 9700 @ 9700PRO
(325/310) |
|
| Radeon 9700 STANDARD
(275/270) |
|
| Radeon 9500 (358/317) - 8P,
128bit |
|
| Radeon 9500 (411/317) -
4P |
|
| Radeon 9500 @ 9500PRO (275/270)
-8P |
|
| Radeon 9500 STANDARD
(275/270) |
|
| Geforce 4 Ti4600 STANDARD
(300/325) |
|
Battle of Proxycon merupakan bagian
dari 3DMark2003. Disini terlihat bahwa game ini sangat membutuhkan
kombinasi antara 8-Pipeline & memory interface 256-bit. Oleh karena
itu sangat sulit bagi Radeon 9500 untuk mengalahkan Radeon 9700 standard
sekalipun. Radeon 9500 dengan 4-Pipeline yg dioverclock
ke 410/324 terlihat masih mampu mengalahkan performa Radeon 9500PRO
standard (8-Pipeline). Peningkatan performa yg
terbanyak akan dirasakan ketika mengoverclock Radeon9700 standard
(275/270) ke 9700PRO (325/310). Game dengan feature
canggih seperti ini tampaknya terlalu mengagetkan bagi videocard tua
seperti Geforce4 Ti4600, jadi si raja tua ini hanya bisa terkulai lemas di
arena peperangan.
3DMARK 2003 - GAME
4:MOTHER NATURE (NO FSAA)
|
. . Default 1024x768x32bit |
| Radeon 9700 @ 9800PRO
(380/340) |
|
| Radeon 9700
(358/344) |
|
| Radeon 9700
(358/303) |
|
| Radeon 9500 (358/317) - 8P,
128bit |
|
| Radeon 9700 @ 9700PRO
(325/310) |
|
| Radeon 9500 (411/317) -
4P |
|
| Radeon 9700 STANDARD
(275/270) |
|
| Radeon 9500 @ 9500PRO (275/270)
-8P |
|
| Radeon 9500 STANDARD
(275/270) |
|
| Geforce 4 Ti4600 STANDARD
(300/325) |
|
0
(Geforce4 belum support pixel shader
2.0) | |
Mother Nature juga merupakan bagian
dari 3DMark2003 yg mengandalkan pada feature Pixel Shader 2.0. Karena
Geforce4 Ti 4600 tidak memilki feature baru ini, maka ia sudah harus
dipapah keluar sebelum bertanding. Pada benchmark ini
terlihat bahwa Radeon 9500 dengan 4-Pipeline yg dioverclock ke 410/324
ternyata sanggup memberikan performa yg jauh lebih tinggi dibanding Radeon
9700 standard yg notabene 8-Pipeline. Tampaknya tingginya clock core &
memory cukup mempunyai peranan penting pada benchmark ini.
Bila anda berhasil menghidupkan 8-Pipeline pada Radeon
9500, anda akan mendapat performa hampir menyamai Radeon 9700 standard,
dan dengan mengovercloknya ke 325/317, anda dapat mengalahkan performa
Radeon 9700PRO standard
3DMARK 2001 (NO
FSAA)
|
. . Default 1024x768x32bit |
| Radeon 9700 @ 9800PRO
(380/340) |
|
| Radeon 9700
(358/344) |
|
| Radeon 9700
(358/303) |
|
| Radeon 9700 @ 9700PRO
(325/310) |
|
| Radeon 9500 (411/317) -
4P |
|
| Radeon 9500 (358/317) - 8P,
128bit |
|
| Radeon 9700 STANDARD
(275/270) |
|
| Geforce 4 Ti4600 STANDARD
(300/325) |
|
| Radeon 9500 @ 9500PRO (275/270)
-8P |
|
| Radeon 9500 STANDARD
(275/270) |
|
3DMark2001 merupakan benchmark kuno
yg masih menggunakan feature-feature 3D DirectX 8.1. Total score yg
dihasilkan juga melibatkan unsur performa CPU, jadi tidak murni performa
VGA seperti pada 3DMark2003. Karena benchmark ini belum
menggunakan feature-feature 3D yg baru, maka Radeon 9500 yg hanya berjalan
4-Pipeline tapi dioverclok ke 410/324 mampu menunjukkan performa luar
biasa, bahkan sanggup menaklukkan saudara-saudaranya yg berjalan dgn
8-Pipeline. Geforce4 Ti4600 terlihat masih mampu
menunjukkan taringnya terhadap Radeon 9500PRO standar dan Radeon9500
standar. Tidak seperti pada 3DMark2003, penggunaan 8-Pipeline pada
Radeon9500 tampaknya masih belum cukup utk mengalahkan Geforce4 Ti4600.
Anda harus mengovercloknya agar bisa mengalahkan Geforce4
Ti4600. Radeon 9500 memiliki kemampuan overclock yg
tinggi, sehingga sangatlah mudah baginya utk menumbangkan Geforce4
Ti4600.
3DMARK 2001 - GAME
4:NATURE (NO FSAA)
|
. . Default 1024x768x32bit |
| Radeon 9700 @ 9800PRO
(380/340) |
|
| Radeon 9700
(358/344) |
|
| Radeon 9700 @ 9700PRO
(325/310) |
|
| Radeon 9700 STANDARD
(275/270) |
|
| Radeon 9500 (411/317) -
4P |
|
| Radeon 9500 (358/317) - 8P,
128bit |
|
| Geforce 4 Ti4600 STANDARD
(300/325) |
|
| Radeon 9500 @ 9500PRO (275/270)
-8P |
|
| Radeon 9500 STANDARD
(275/270) |
|
Nature merupakan bagian dari
3DMark2001, karena tergolong benchmark yg agak "kuno" maka Gefroce4 Ti4600
mampu unjuk gigi dihadapan Radeon 9500 & Radeon9500PRO. Tapi begitu
kedua jenis Radeon tersebut dioverclok, mereka meninggalakan Geforce4
Ti4600. Disini terlihat bahwa Radeon 9500 dengan 4-Pipeline yg dioverclock
ke 411/317 masih sanggup menag tipis diatas Radeon9500 dengan 8-Pipeline
yg dioverclok 358/317. Sementara itu, performa Radeon
9700 standard maupun overclock sulit terkejar oleh yg
lain.
A3DMARK 2001 -
SINGLE-TEXTURING FILLRATE TEST (NO FSA)
|
. . Default 1024x768x32bit
(MTexels/sec) |
| Radeon 9700 @ 9800PRO
(380/340) |
|
| Radeon 9700
(358/344) |
|
| Radeon 9700
(358/303) |
|
| Radeon 9700 @ 9700PRO
(325/310) |
|
| Radeon 9700 STANDARD
(275/270) |
|
| Radeon 9500 (411/317) -
4P |
|
| Geforce 4 Ti4600 STANDARD
(300/325) |
|
| Radeon 9500 @ 9500PRO (275/270)
-8P |
|
| Radeon 9500 STANDARD
(275/270) |
|
Benchmark ini menguji theoritical
single-texturing fillrate. Secara teori terlihat bahwa Geforce4 Ti4600
mampu mengalahkan Radeon9500PRO standard. Namun cukup dengan mengoverclock
Radeon 9500 ke 411/317 dengan 4-Pipeline, sudah mampu membuat Geforce4 Ti
4600 kehilangan harapan.
3DMARK 2001 -
MULTI-TEXTURING FILLRATE TEST (NO FSAA)
|
. . Default 1024x768x32bit
(MTexels/sec) |
| Radeon 9700 @ 9800PRO
(380/340) |
| |