|
Bagi pengguna CPU kencang dan kalangan
overclocker, cara pendinginan CPU dengan menggunakan Heatsink&Fan
(aircooling) mulai tak memadai lagi. Meski dengan menggunakan fan yg
terbising sekalipun, sistem aircooling belum dapat memberikan hasil yg
memuaskan bila dibandingkan dgn watercooling. Oleh karena itu sistem
watercooling kini mulai banyak dilirik, apalagi karena harga waterblock
tak jauh berbeda dengan harga HSF yg terbaik. Hal yg paling penting dalam
sistem watercooling adalah sistem pendinginan air. Pada artikel ini akan
dijelaskan metode pendinginan air dengan cara yg jauh lebih murah dan
lebih ampuh dibanding sistem radiator, yaitu dengan penggunaan cooling
tower.
COOLING TOWER: MEMAHAMI TEMPAT BERCUMBU
PARA SATPAM
 Cooling tower di dunia industri, banyak digunakan utk
pendingin mesin, genset, dan reaktor
nuklir |
Sebenarnya cooling tower bukanlah barang yg
asing. Alat ini sudah lama dipakai di dunia industri untuk mendinginkan
mesin-mesin.
Bila anda teliti, keberadaan cooling tower
sebenarnya bahkan tak jauh dari tempat kita jalan-jalan &
berbelanja. Cooling tower biasanya diletakkan di atap
gedung-gedung plaza & perkantoran. Bahkan para satpam plaza sekalipun
sudah sering melihatnya, sebab atap gedung adalah tempat bercumbu
strategis bagi para satpam plaza.
Suara desahan &
nafas yg memburu akan tertutup oleh deru fan pada cooling
tower.
Efektifitas cooling tower sudah tak perlu
diragukan lagi, bahkan reaktor nuklir sekalipun menggunakan cooling tower
sebagai sarana pendinginan.
Proses pelepasan panas pada cooling tower
mengandalkan pada volume air yg banyak, serta evaporasi (penguapan air)
dengan semburan fan. Cooling tower terbukti mampu mengatasi panas jauh
lebih baik drpd radiator, oleh karena itu pada skala industri besar
seperti mesin pabrik & reaktor nuklir, pendinginannya harus
menggunakan cooling tower. Bahkan reaktor nuklir menggunakan volume air
danau untuk mendinginkannya . Secara logika, makin banyak volume air yg
digunakan & diuapkan maka makin banyak panas yg dilepaskan. Lihat
saja, bahkan lava panas dari gunung berapi saja langsung membatu bila
masuk air laut, itu semua membuktikan bahwa panas setinggi apapun akan
takluk dengan volume air yg banyak.
Dengan semakin meningkatnya panas yg dihasilkan
prosesor dewasa ini, maka sudah saatnya cooling tower dibawa ke dunia
komputer. Pada umumnya pendinginan CPU hanya
menggunakan heatsink yg mengandalkan angin utk melepaskan panas
(aircooling). Meskipun aircooling adalah cara yg paling sederhana &
murah, namun pendinginan dgn metode ini kurang efektif karena panas yg
dilepaskan ke udara dapat tersembur lagi ke heatsink.
Pada sistem watercooling, panas yg dilepaskan oleh
waterblock (heatsink utk sistem watercooling) akan langsung terbawa
melalui air dalam selang. Pada metode ini, cara pendinginan air sangat
menentukan, sebab bila panas tidak berhasil dilepas dari air, maka air yg
panas tsb akan kembali masuk ke waterblock.
Selama ini
radiator adalah alat yg paling sering digunakan utk mendinginkan air pada
sistem watercooling. Namun kita harus ingat bahwa di dunia industri skala
besar, radiator sudah jarang digunakan. Pabrik-pabrik & mesin industri
kebanyakan menggunakan cooling tower. Ini membuktikan bahwa cooling tower
lebih mampu mengatasi panas dibanding radiator.
Sistem
radiator hanya mengandalkan pada volume air yg kecil, ini berbeda dengan
sistem cooling tower yg mengandalkan pada volume air dalam jumlah besar.
Perlu diingat bahwa air dalam jumlah banyak akan lebih
sulit utk berubah temperaturnya, 100 liter air akan lebih lama mendidih
dibanding 10 liter air. Jadi dengan kata lain, volume air yg banyak akan
membuat temperatur sangat stabil.
ORGASMATORIUM: COOLING TOWER UNTUK
KOMPUTER
 ORGASMATORIUM : Outdoor Cooling Tower
untuk PC |
Gambar diatas adalah cooling tower yg saya buat
sendiri, saya yakin anda juga dapat membuatnya sendiri karena pada artikel
ini juga dijelaskan cara membuatnya.
Cooling tower ini saya beri nama ORGASMATORIUM,
karena memiliki karakteristik sama dengan wanita yg sedang mengalami
orgasme, yaitu BASAH dan MENJERIT.
- BASAH, karena
Orgasmatorium menggunakan air dalam volume yg banyak (minimal 50
liter) - MENJERIT, karena Orgasmatorium menggunakan 4
buah fan 9cm super kencang yg jeritannya sangat memekakan
telinga. (tidak jadi masalah karena alat ini
ditempatkan jauh diluar ruangan)
Biaya yg dihabiskan utk membuat Orgasmatorium
kira-kira berkisar Rp.250 ribu saja, biaya tsb sudah termasuk selang
sepanjang 16 meter dan submersible pump seharga Rp.135 ribu. Dengan
cooling tower anda akan menghemat uang cukup banyak karena tak perlu lagi
membeli radiator yg harganya mahal.
 Prinsip kerja: Air yg masuk ke tangki disemprotkan dgn
cara spray (watermist) dan ditiup fan, sehingga panas dari air
langsung lepas.
Fan yg powerful
juga membuat riak air di permukaan air untuk mendinginkan suhu air
di permukaan. |
Selama ini penggunaan selang (hose) yg panjang
selalu menjadi momok menakutkan bagi pengguna watercooling karena akan
membuat arus air menjadi lambat sehingga pendinginan tidak efektif. Demi
menjaga kecepatan arus air biasanya selang yg digunakan hanya 2-3 meter
saja. Karena adanya keharusan menggunakan selang pendek,
maka reservoir & radiator terpaksa diletakkan didekat komputer. Hal
ini tentu sangat menganggu.
Keharusan menggunakan selang
pendek demi menjaga laju arus air hanya berlaku bila anda menggunakan
sistem radiator dgn volume air kecil. Pada sistem cooling tower, laju air
tak akan terlalu berpengaruh karena volume air yg digunakan sangat banyak
(diatas 50 liter) dan pelepasan panas cooling tower adalah dengan cara
evaporasi, sehingga jauh lebih efektif dibanding
radiator. Bahkan dengan selang sepanjang 16 meter
sekalipun kemampuan pelepasan panas terbukti jauh lebih baik dibanding
sistem radiator.
Keuntungan menggunakan selang ukuran
panjang: cooling tower bisa ditempatkan jauh dari komputer, yaitu
ditempatkan diluar ruangan (seperti outdoor unit AC split).
Karena coling tower berada jauh diluar ruangan, maka
bisingnya suara fan & timbulnya uap air tidak perlu
dikhawatirkan.
Dengan outdoor cooling tower, maka panas
terbuang di luar ruangan, sehingga ruang tempat anda & komputer berada
akan terbebas dari hawa panas buangan CPU.
Pada sistem
aircooling & watercooling dgn selang pendek, hawa panas dibuang dalam
ruangan sehinga temperatur ruang tempat anda & komputer berada lama
kelamaan akan ikut memanas.
Penggunaan selang panjang memang membuat
penempatan cooling tower lebih flexible. Tapi yang harus diperhatikan
adalah penempatan ketinggian posisi Cooling tower & posisi komputer
(waterblock).
Supaya pompa tidak bekerja berat, posisi
pompa dalam cooling tower harus sejajar (atau lebih tinggi) dari posisi
waterblock dalam komputer.
 Supaya pompa tidak bekerja berat,
posisi pompa harus sejajar atau lebih tinggi dari posisi
waterblock |
Idealnya cooling tower harus ditempatkan di
luar ruangan (outdoor). Sebab bila diletakkan di dalam ruangan maka uap
air (kelembaban) yg dihasilkan alat ini dapat membuat anda sekeluarga
terkena paru-paru basah. Tingkat penguapan air yg tinggi ini dapat
dibuktikan dari volume air yg terlihat jelas pengurangannya setelah 2 hari
pemakaian. Jadi meletakkkan cooling tower di dalam
ruangan sama konyolnya seperti menempatkan outdoor-unit AC split di dalam
ruangan. temperatur udara outdoor yg panas tak perlu
dikhawatirkan, karena cooling tower menggunakan volume air yg banyak.
Bahkan kompor sekalipun akan membutuhkan waktu lama utk memanaskan air
sebanyak 50 liter, jadi kalau cuma temperatur udara outdoor yg panas saja
tak akan berpengaruh apa-apa. Cooling tower di dunia industri bahkan
ditempatkan di atap gedung, dan langsung dihajar panasnya sinar mentari.
Ini membuktikan bahwa cuaca luar yg panas tak akan banyak berpengaruh
selama volume air yg digunakan banyak.
Karena air dalam
tabung ditiup oleh fan super kencang, maka temperatur air bahkan bisa jauh
lebih rendah dibanding temperatur udara diluar.
Pada gambar-gambar diatas anda tentunya dapat
lebih memahami prinsip kerja Orgasmatorium.
Setelah
memahami prinsip kerja Orgasmatorium, anda dapat membuat sendiri alat
tersebut dengan bahan-bahan yg akan dijelaskan selanjutnya dibawah
ini...
SELANG: CEWEK SUKA YANG
PANJANG
 Selang ukuran 1/2" untuk disambungkan ke waterblock.
Karena posisinya masuk ke dalam CPU maka usahakan kualitasnya yg
baik utk menghindari kebocoran atau tersumbat karena
lipatan. Saya menggunakan merk TOYOX Made in Japan yg harganya
Rp.10.000/meter |
Bila seorang wanita disuruh untuk memilih
antara selang yg panjang dan pendek, maka ia pasti akan lebih meilih
selang yg panjang.
Begitu pula dalam hal merakit
cooling tower anda membutuhkan selang berukuran panjang. Karena biasanya
ukuran lubang pompa dan waterblock berbeda, maka anda membutuhkan selang
dengan ukuran berbeda pula.
Untuk menyambungkan kedua
selang dapat digunakan connector seharga Rp.2000. Jangan lupa sewaktu anda
memasang selang pada pompa gunkan clamp besi yg dikencangkan dengan obeng.
Ini untuk menghidari kebocoran pada sambungan.
Untuk pengaturan panjang selang saya
menggunakan cara dibawah ini.
Selang
dari Cooling tower ke Waterblock: Ukuran 5/8" = 5
meter Ukuran 1/2" = 3 meter
Selang dari Waterblock ke Cooling tower Ukuran 1/2"
= 3 meter Ukuran 5/8" = 5 meter Total panjang
selang yg digunakan = 16 meter
\ Clamp besi untuk mengencangkan
sambungan |
 Selang ukuran 5/8" untuk disambungkan ke
pompa.
Cari yg harganya ekonomis,
tapi pastikan jenisnya yg berjaring agar tak mudah terlipat. Saya
menggunakan merk PUSO buatan lokal yg harganya Rp.4000/meter, ada
juga yg cuma
Rp.2000/meter |
 Connector untuk menyambung selang 1/2" ke
5/8" |
SUBMERSIBLE PUMP: TAK PERLU YANG
MAHAL
 RESUN SP-6000 dengan flow rate
2800liter/jam |
Dalam memilih pompa, gunakan tipe submersible
pump (dicelupkan dalam air). Pastikan pompa tersebut memiliki daya sembur
(flow rate) yg lumayan bagus, minimal pakailah yg memiliki flow rate 2800
liter/jam. Dalam kenyataan daya semburnya memang tidak akan sekencang itu,
apalagi bila air akan melalui selang yg cukup panjang. Tapi paling tidak
anda tidak harus membeli pompa merk mahal (misal merk EHEIM) seharga 1
juta, sebab cukup dengan Resun SP-6000 seharga Rp.135 ribu, air sudah
mampu bersirkulasi dgn baik melaui selang sepanjang 16
meter.
Keunggulan submersible pump adalah hanya
memakan daya kecil (max 60W) dan dapat dinyalakan non-stop, sebab biasanya
pompa jenis ini memang dipakai pada aquarium / kolam ikan yg tentu saja
airrnya harus berputar non-stop.
 Selang 5/8" disambungkan ke pompa dengan clamp
besi |
DRUM PLASTIK: MAKIN DALAM MAKIN
NIKMAT
Dalam hal memasukkan sesuatu, semua wanita akan
lebih menyukai bila dimasukkan dalam-dalam. Begitu pula dalam memilih drum
plastik kita sebaiknya menggunakan yg berukuran tinggi dgn kapasitas
minimal 50 liter, sehingga pompa dapat dimasukkan cukup
dalam. Harga drum plastik hanya berkisar Rp.30 ribu
saja.
Makin dalam drum makin baik, karena air di
bagian dasar temperaturnya akan selalu lebih dingin dibanding dengan air
di permukaan. Sebagai contoh: temperatur air di bagian dasar kolam renang
3 meter akan lebih dingin dibanding kolam renang anak-anak sedalam 1/2
meter.
HOSE NOZZLE: KUNCI KEJANTANAN
Metode pelepasan panas pada sistem cooling
tower adalah dengan merubah air jadi semburan tipis (water mist). Dengan
begitu luas permukaan air yg terkena tiupan fan menjadi lebih luas,
sehingga partikel panas dapat lepas ke udara.
Untuk
merubah kucuran air yg masuk ke dalam tangki menjadi water mist,
diperlukan alat yg bernama Hose Nozzle yg harganya cuma Rp.10 ribu saja.
Dengan alat ini anda dapat mengatur bentuk semburan air yg
diinginkan.
FAN 9CM: PENGHANCUR
TELINGA
 Fan Delta 9cm : tercepat & terbising di
dunia |
Untuk melepaskan panas dari air, diperlukan
fan. Saya menggunakan fan super kencang (Delta 9cm) utk menyembur water
mist dan juga untuk membuat riak di permukaan air. Untuk menghisap udara
panas ke luar juga saya gunakan fan yg sama.
Harga fan
Delta 9cm cuma berkisar Rp.30 ribu.
Untuk menggandakan kemampuan fan 9cm tsb, saya
menggunakan dual fan bracket. Sehingga total ada 4 buah fan Delta 9cm yg
saya gunakan (2 fan utk udara masuk + 2 fan utk udara
keluar). Bila anda ingin berhemat biaya anda dapat
menggunkan 2 buah fan saja.
Suara yg ditimbulkan 4 buah fan ini sangat
bising, namun bukan masalah karena cooling tower diletakkan jauh diluar
ruangan.
 Dual fan bracket : menggandakan kemampuan delta fan
9cm |
C
HASIL AKHIR: PUNCAK
ORGASME
 ORGASMATORIUM cooling tower siap
berlaga |
Setelah semua bahan-bahan yg ada dirakit, maka
jadilah ORGASMATORIUM cooling tower.
Pastikan anda
menguji cobanya dulu dengan waterblock selama beberapa jam untuk melihat
apakah ada kebocoran. Bila tidak ada kebocoran barulah waterblock dipasang
pada motherboard.
 Air yg masuk ke drum dirubah jadi semburan water mist
oleh Hose Nozzle. Tiupan dual fan Delta 9cm juga menimbulkan
ria-riak dahsyat di permukaan
air. |
 temperatur air lebih rendah 7°C dibanding temperatur
luar |
Pada gambar di atas anda dapat melihat
water mist dan riak air tercipta dgn sempurna. Kondisi seperti ini akan
menyebabkan panas lepas dari permukaan air. Air yg panas tak akan pernah
berhasil merambat hingga tersedot pompa di dasar drum, karena selain dasar
drum jauh ke dalam, sewaktu air panas masih di permukan akan langsung
dijinakkan oleh 4 buah fan brutal.
Bila menggunakan
termometer, maka akan terlihat bahwa temperatur air berhasil dibuat lebih
rendah 7°C dibanding temperatur di luar.
Setelah Cooling tower buatan sendiri selesai
tercipta maka kita melangkah ke pemilihan waterblock yg memegang peranan
penting dalam sistem watercooling ...
WATERBLOCK: KUALITAS SANGAT
MENENTUKAN
 SILVERPROP WATERBLOCK : Made In Australia,
kompleksitas jalurnya bukan tandingan bagi waterblock lokal merk
kacangan. Kompatible utk Socket 478 (Pentium4) & Socket A
(Athlon) |
Dalam membuat cooling tower seperti diatas,
kita memang bisa menekan anggaran dengan menggunakan barang-barang
murahan. Namun dalam hal memilih waterblock sebaiknya gunakan yg
berkualitas. Dengan dana sekitar Rp.450.000 anda sudah mendapatkan
waterblok dengan kualitas yg sangat baik.
Dengan dana
Rp.200.000 anda memang sudah bisa mendapat waterblock merk kacangan, tapi
sebaiknya jangan pertaruhkan keselamatan komponen anda hanya demi
menghemat 250 ribu.
Waterblock yg bagus adalah yg memiliki banyak
jalur air di dalamnya. Semakin kompleks & rumit jalurnya maka semakin
besar luas permukaan tembaga yg didinginkan
air. Kebanyakan waterblock murahan merk lokal hanya
menggunakan sedikit jalur dan bahan tembaganya kurang
bagus.
SILVERPROP adalah waterblock berkualitas buatan
Australia dgn jalur air yg rumit berbentuk melingkar 3 lapis.
Kecanggihan SILVERPROP jelas bukan tandingan bagi
waterblock lokal merk kacangan yg hanya memiliki jalur air sederhana
berbentuk W. Jalur air yg sederhana pada waterblock kacangan jelas
diakibatkan karena proses manufacturing yg kurang
canggih.
Selain unggul dalam segi design jalur air,
bongkar pasang SILVERPROP bahkan lebih mudah dibanding memasang HSF.
Anda bahkan dapat melepas/memasang Silverprop dengan
mudah selagi motherboard berada dalam casing. Dengan HSF hal seperti ini
sulit dilakukan. Mekanisme pemasangan Silverprop pada CPU menggunakan
semacam mur yg bisa diputar dengan 2 jari, sehingga jauh lebih mudah
dibanding pemasangan HSF yg memerlukan tenaga extra dan
obeng. Pada waterblok kacangan, pemasangannya dapat
menghancurkan core prosesor (AMD), namun pada SILVERPROP mekanisme
pemasangannya dirancang sedemikian rupa hingga jauh lebih aman dibanding
waterblock kacangan.
Selisih antara waterblock lokal kualitas
kacangan dengan SILVERPROP yg berkualitas internasional hanya Rp. 250 ribu
saja. Jadi sebaiknya jangan pertaruhkan keselamatan
komponen-komponen anda yg nilainya jutaan.
 Untuk menghindari kebocoran, gunakan selang yg
berkualitas pada waterblock. Pastikan pula menggunkan clamp besi
untuk mengencangkan
sambungan. |

SILVERPROP terpasang
pada motherboard ASUS
P4PE |
PENGUJIAN :
Pengujian ORGASMATORIUM Cooling tower
menggunakan motherboard ASUS P4PE. Motherboard berchipset i845PE ini
memiliki pilihan Vcore hingga 1.85V (actual 1.9V) sehingga merupakan
pilihan tepat bagi orang yg ingin mengoverclock Pentium4 dengan cara mudah
(tanpa harus melilit / memodifikasi
motherboard).
Temperatur yg dilaporkan setiap
motherboard umumnya berbeda-beda. Temperatur yg dilaporkan motherboard
ASUS umumnya cenderung lebih tinggi dibanding motherboard lain. Jadi
sebaiknya yg dijadikan patokan adalah selisih temperatur Idle dan Full
Load, dan selisih temperatur antara sistem cooling tower, radiator, dan
sistem aircooling.
Software yg digunakan utk memantau
temperatur adalah MBM, dan utk mendapatkan temperatur Full load digunakan
software Hot CPU tester, PC Mark2002, Super PI.
|
WATERCOOLING (dengan ORGASMATORIUM®
COOLING TOWER) |
Temperatur udara
(di luar
ruangan) |
Temperatur air
(di cooling
tower) |
Temperatur CPU Pentium 4 1.8GHz yg
dioverclock |
|
35°C |
28°C |
2.7GHz @ 1.6Volt |
2.8GHz @ 1.8Volt |
3.0GHz @1.9Volt |
idle=
38°C Full= 40°C |
idle=
43°C Full= 44°C |
idle=
46°C Full= 47°C |
Pada sistem cooling tower, temperatur air
berhasil diturunkan cukup banyak dari temperatur udara di luar yg sangat
panas. Temperatur idle dan full load juga nyaris sama.
Dari tabel diatas dapat diambil rumus
sbb: Temperatur air = Temperatur udara -
7°C Temperatur CPU idle = Temperatur
udara + 4°C temperatur Full load = temperatur
idle + 1°C
|
WATERCOOLING (dengan RADIATOR &
RESERVOIR) |
Temperatur udara
(di dalam
ruangan) |
Temperatur air
(di
reservoir) |
Temperatur CPU Pentium 4 1.8GHz yg
dioverclock |
|
26°C |
35°C + |
2.7GHz @ 1.6Volt |
2.8GHz @ 1.8Volt |
3.0GHz @1.9Volt |
idle=
41°C Full= 47°C |
idle=
46°C Full= 52°C |
idle=
49°C Full= 56°C |
Pada sistem radiator, temperatur air yg semula
lebih rendah dari temperatur ruangan dalam waktu sebentar menjadi cukup
hangat. Peningkatan temperatur air cukup besar,
dan pada pemakaian yg lama temperaturnya bisa bergerak diatas
35°C. Dari tabel diatas dapat diambil rumus
sbb: Temperatur air = Temperatur udara +
9°C Temperatur CPU idle = Temperatur
udara + 15°C temperatur Full load = temperatur
idle + 6°C
|
AIRCOOLING (dengan COPPER HEATSINK + HI SPEED
FAN ) |
| Temperatur udara
(di
ruang ber-AC) |
Temperatur CPU Pentium 4 1.8GHz yg
dioverclock |
|
26°C |
2.7GHz @ 1.6Volt |
2.8GHz @ 1.8Volt |
3.0GHz @1.9Volt |
idle=
45°C Full= 53°C |
idle=
50°C Full= 57°C |
idle=
53°C Full= 61°C |
Pada sistem aircooling, temperatur CPU sangat
jauh diatas temperatur ruangan.
Dari tabel diatas dapat
diambil rumus sbb: Temperatur CPU = Temperatur udara
+ 19°C temperatur Full load = temperatur idle +
7°C
Dari perbandingan ketiga sistem pendingin
diatas perhatikan betapa kontrasnya perbedaan temperatur antara sistem
berbasis Cooling tower dengan Aircooling. Dengan cooling tower selisih
temperatur idle dan full load cuma 1-2C sasja. Ini menunjukkan bahwa tidak
ada panas yg terakumulasi.
Pada sistem radiator suhu air
lambat laun makin panas akibat kurang efektifnya radiator dalam melepas
panas pada air, selain itu reservoir dgn kapasitas air yg sedikit membuat
temperatur air meningkat cukup banyak.
Sedangkan pada
air cooling, selain temperatur idle lebih panas, ketika CPU menerima beban
temperatur meningkat drastis akibat akumulasi panas di udara sekitar
HSF
KESIMPULAN: BAHKAN 3DMARK2001 TAK MAMPU
MEMANASKAN CPU
Dari hasil pengujian diatas terbukti bahwa
Cooling tower merupakan solusi yg murah tapi ampuh. Dengan dana berkisar
hanya Rp.250 ribu saja, anda sudah tak perlu lagi melirik sistem
watercooling berbasiskan dispenser (freon) yg tentunya akan mengabiskan
dana mendekati 1juta. Bahkan sekeping Peltier sekalipun, harganya masih
lebih mahal drpd dana utk membuat Cooling tower.
Sebenarnya sistem watercooling dengan metode
outdoor cooling tower agak berbeda dengan sistem freon/peltier. Sebab pada
cooling tower tujuannya adalah membuang kelebihan panas CPU. Karena panas
terbuang secara optimal maka temperatur CPU akan stabil & tidak akan
bisa overheat. Namun karena menggunakan air biasa, maka mustahil
temperatur CPU bisa lebih rendah dari temperatur air dalam tabung.
Sedangkan pada metode freon/peltier tujuannya adalah memaksa
temperatur CPU menjadi dingin. Pada metode ini temperatur CPU bisa dipaksa
mendekati 0°C. Namun metode freon/peltier dapat menghabiskan dana hingga 1
juta (bahkan bisa lebih), dan karena temperatur sistem menjadi sangat
dingin, maka anda akan menghadapi masalah kondensasi pada waterblock &
selang yg tentu saja bila tidak diatasi tetesan airnya bisa merusak
komponen dalam PC anda. Freon & Peltier juga mengkonsumsi daya yg luar
biasa besar. Jadi jelas metode freon/peltier kurang praktis, lebih
beresiko, dan jauh lebih mahal.
Dari hasil pengujian, terbukti bahwa cooling
tower sudah mampu menjinakkan temperatur CPU yg dioverclock extreme. BIla
anda ingin mendapat performa CPU yg lebih tinggi lagi, maka cara yg lebih
murah & mudah adalah dgn mengupgrade CPU, sebab mendinginkan secara
extreme dgn freon/peltier selain mahal juga tidak akan memberikan
peningkatan yg terlalu banyak lagi. Kita harus ingat bahwa pada setiap CPU
ada yg namanya "tembok batas GHz", yg artinya CPU yg didinginkan
seperti apapun tetap tidak akan bisa stabil bila sudah melewati tembok
batas tsb.
Berikut ini adalah daftar tembok batas CPU
yg meski anda ingat bila berencana menentukan sistem watercooling
:
| Jenis CPU |
Tembok batas
GHz (maximum
overclock) |
| Pentium 4 Northwood stepping B0 (1.8GHz
s/d 2.5GHz) |
3
GHz |
| Pentium 4 Northwood stepping C1 (1.8GHz
s/d 3.0GHz) |
3.3GHz
- 3.5 GHz |
| Athlon XP Palominno & Throughbred A
(1600+ s/d 2200+) |
2
GHz |
| Athlon XP Throughbred B (2400+ s/d
2800+) |
2.4
GHz |
Adanya tembok batas GHz tsb semata disebabkan
karena arsitektur/proses manufacturing dari CPU yg bersangkutan. Jadi
dengan kata lain kalau arsitekturnya tidak memungkinkan CPU tsb utk
melewati tembok batas, maka dgn voltase setinggi apapun &
temperatur sedingin apapun tetap akan sulit utk
stabil. Pada P4 1.8GHz (stepping B0) yg dipakai pada
pengujian tembok batasnya adalah 3GHz. Jadi bila anda ingin mencapai hasil
overclocking hingga 3.2GHz lebih baik anda menggunakan uang anda utk
upgrade ke P4 2.5GHz (stepping C1) drpd menghamburkan uang utk membeli
watercooling berbasis freon/peltier. Perlu diingat bahwa dalam
membangun sebuah sistem watercooling kita tetap harus memakai KEWARASAN
kita. Untuk mendinginkan air, tak perlu membuat sistem
yang menghabisakan dana mendekati 1 juta, sebab dengan dana sebesar itu
lebih baik uangnya dipakai utk upgrade ke prosesor yg lebih
kencang.
Cukup dengan hanya Cooling tower yg murah
meriah, temperatur full-load CPU anda hanya akan lebih tinggi 1°C - 2°C
dari temperatur idle. Itupun bila CPU dibebani dgn software yg khusus
menyiksa CPU (Hot CPU tester, PCMark2002, SuperPI). Sedangkan bila CPU
hanya dibebani dengan 3DMark2001 ataupun game 3D , temperatur full load
dan Idle adalah SAMA.
temperatur idle & full load yg
sama menjelaskan bahwa akumulasi panas pada CPU sama sekali tidak terjadi,
sebab setiap panas yg keluar dari CPU langsung terbuang keluar.
Bila tidak ada akumulasi panas, maka temperatur CPU
sewaktu komputer sedang menjalankan aplikasi tetap sama dengan temperatur
CPU sewaktu komputer pertama kali dinyalakan. Ini adalah hal yg mustahil
terjadi bila anda menggunakan watercooling berbasis radiator, apalagi
kalau cuma memakai aircooling (HSF).
temperatur air
dalam Cooling tower juga tidak berubah akibat panas yg dibawa dari CPU.
Ini membuktikan kebenaran teori yg mengatakan bahwa Volume air yg banyak
akan sulit utk berubah temperaturnya.
|